- Ringkasan:
- Ketika Presiden Prabowo Subianto memangkas anggaran seremonial dan perjalanan dinas demi efisiensi puluhan triliun rupiah, perayaan ulang tahun pejabat di Kantor Bupati Halmahera Selatan justru mencuat ke publik.
- Video berdurasi 13 menit 56 detik memperlihatkan momen HUT Plt Sekda Abdila Kamarulah yang juga menjabat Plt Kepala BKPSDM.
- Publik menilai perayaan tersebut kontras dengan instruksi pusat agar pejabat menahan diri dan menjaga sensitivitas di tengah situasi ekonomi nasional.
IndoBisnis – Seruan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat kembali berbenturan dengan realitas di daerah. Awal 2026 diwarnai kritik publik terhadap sejumlah kegiatan seremonial pejabat yang dinilai tidak sejalan dengan kebijakan penghematan nasional.
Di Kabupaten Halmahera Selatan, sorotan tertuju pada perayaan hari ulang tahun Abdila Kamarulah, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga menjabat sebagai Plt Kepala BKPSDM.
Perayaan tersebut berlangsung di lingkungan Kantor Bupati Halmahera Selatan dan terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.
Berdasarkan video yang diunggah akun Facebook Stevy Jenifer Lalenoh, terlihat suasana perayaan HUT di dalam kantor. Video berdurasi 13 menit 56 detik itu memperlihatkan momen seremoni yang kemudian menjadi perbincangan warganet dan menuai beragam tanggapan.
Fenomena ini dinilai bertolak belakang dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang secara tegas meminta kementerian dan lembaga tidak lagi menganggarkan kegiatan seremonial berlebihan.
“Jadi saudara-saudara saya tegaskan kembali bahwa hal-hal di luar itu yang bersifat seremonial, upacara merayakan ulang tahun ini, ulang tahun itu, hari ini, hari itu, kita tidak anggarkan,” kata Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Presiden bahkan memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen. Ia mengklaim kebijakan tersebut mampu menghemat lebih dari Rp20 triliun.
“Perjalanan dinas dikurangi, saya potong setengah. Dengan setengah, kita bisa menghemat Rp20 triliun lebih,” ujarnya.
Menurut Prabowo, anggaran sebesar itu dapat dialihkan untuk kebutuhan prioritas, termasuk perbaikan infrastruktur pendidikan.
“Kalau kita hitung Rp20 triliun, berapa puluh ribu gedung sekolah bisa kita perbaiki,” ucapnya.
Peringatan serupa juga disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Ia mengingatkan seluruh pejabat, termasuk kepala daerah, agar tidak menggelar pesta mewah maupun melakukan flexing, baik dalam kegiatan kedinasan maupun acara pribadi.
“Apalagi dengan musik-musik seperti pesta, di tengah situasi seperti ini sangat sensitif. Tolong dijaga betul, termasuk acara pribadi. Momentum saat ini dan ke depan, laksanakan secara sederhana,” tegas Tito saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025.
Mendagri menyarankan agar kegiatan seremonial dialihkan menjadi aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti tumpengan sederhana atau pemberian santunan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu.
“Lebih baik tumpengan, memberikan santunan kepada anak yatim piatu, kepada masyarakat yang kurang mampu. Ini lebih bermanfaat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pesta berlebihan berpotensi memicu reaksi publik dan menjadi bahan provokasi di media sosial.
“Nanti kalau pesta-pesta, ada musik-musiknya, dipotong, dibuat TikTok, dan lain-lain, dibandingkan dengan masyarakat yang lagi menuntut sikap low profile para pejabat,” ujarnya.
Tito turut menekankan agar pejabat memperhatikan gaya hidup, mulai dari pakaian, aksesori, hingga kendaraan yang digunakan, karena masyarakat sedang berada dalam situasi keprihatinan.
Kontras itulah yang kini menjadi sorotan. Di satu sisi, pemerintah pusat menyerukan kesederhanaan dan efisiensi besar-besaran. Di sisi lain, perayaan ulang tahun pejabat daerah tampil ke ruang publik dan memantik tanda tanya.
Apakah ini sekadar tradisi internal kantor, atau bentuk ketidakpekaan terhadap arah kebijakan nasional?.
***
Mardan Amin, Jurnalis IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.
Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Ultah di Tengah Efisiensi, Plt Sekda Halsel Disorot.
Disclaimer
Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.
IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.
