Minggu, Mei 3, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI ANALISISTiga Kabupaten di Malut Berebut Dominasi Ekonomi: Halteng, Haltim, hingga Halsel —...

Tiga Kabupaten di Malut Berebut Dominasi Ekonomi: Halteng, Haltim, hingga Halsel — Siapa Menang?

  • Pergeseran Ekonomi dalam 10 Tahun: Ternate Jatuh, Halteng Melonjak

 

Ketua Lembaga Riset Sidego yang juga Pakar Ekonomi Universitas Khairun Ternate, Dr. Mukhtar Adam, menguraikan dinamika tajam perebutan dominasi ekonomi antar kabupaten/kota di Maluku Utara. Ia menyebutkan bahwa data historis memberikan gambaran perubahan ekstrem dalam satu dekade terakhir.

“Jika melihat grafik pada tahun 2014, penguasa ekonomi Maluku Utara adalah Ternate di urutan pertama, disusul Halmahera Utara dan Halmahera Selatan. Sementara Halmahera Timur dan Halmahera Tengah berada pada posisi paling rendah,” ujar Mukhtar mengawali analisisnya.

Namun kondisi itu telah bergeser jauh. Menurutnya, “Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 2021 pascapandemi, pergeseran terjadi ekstrem. Halmahera Tengah menukik naik, Ternate jatuh, dan trennya terus menurun.” Ia menegaskan bahwa Halteng terus konsisten menanjak dalam dominasi ekonomi Maluku Utara.

  • Prediksi Selanjutnya: Haltim Geser Halut, Ternate Makin Terperosok

Perubahan drastis tidak berhenti sampai di situ. Dalam analisis jangka menengah, Mukhtar memprediksi pergantian posisi di peringkat empat dan lima. Halmahera Timur diperkirakan akan menyalip Halmahera Utara yang turun drastis dari posisi kedua.

“Dalam beberapa tahun ke depan, Haltim akan kembali menempati posisi keempat. Bahkan ada potensi naik ke posisi ketiga setelah Ternate makin terperosok dari urutan ketiga turun ke empat,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa tren ini menunjukkan kompetisi terbuka antar kepala daerah untuk menguasai struktur ekonomi provinsi.

  • Tambang Menjadi Mesin Perang: Halteng, Haltim, dan Halsel Melaju

Menurut Mukhtar, masing-masing kepala daerah kini saling berebut dominasi dengan memanfaatkan kekuatan ekonominya masing-masing.

“Halteng, Haltim, dan Halsel menggunakan tambang dan industri tambang sebagai mesin pertumbuhan utama untuk menguasai ekonomi Maluku Utara,” terangnya.

Sebaliknya, Ternate yang tidak memiliki kekuatan di sektor industri ekstraktif lebih memilih bertahan di sektor jasa dan perdagangan. Namun kekuatan ini perlahan melemah. Dominasi Ternate diprediksi perlahan direbut oleh Sofifi yang tengah menguat sebagai pusat pemerintahan provinsi.

  • Halut Cari Jalan Baru: Tinggalkan Ketergantungan Tambang

Halmahera Utara kini berada pada fase transisi penting. Setelah lebih dari dua dekade bergantung pada industri tambang yang dimotori perusahaan NHM, kabupaten ini mulai mengganti strategi.

“Halut mulai mengalami kesadaran baru. Tidak bisa lagi berharap pada sektor tambang yang sudah dimanjakan selama 20 tahun. Karena itu Halut ingin kembali menata ekonomi inklusif dengan menggerakkan industri kelapa,” tegas Mukhtar.

Ia menambahkan bahwa strategi ini memang lambat, tetapi lebih merata dan berdampak langsung kepada masyarakat bawah—meski dominasi ekonomi Halut tetap menurun.

  • Morotai Mandek, Halbar Kehilangan Arah, Tidore Stagnan

Di sisi lain, daerah lain di Maluku Utara menunjukkan perkembangan yang tidak stabil. Pulau Morotai yang dulu digadang menjadi “10 Bali Baru” melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) era Presiden SBY kini melambat setelah program tersebut tidak dilanjutkan Presiden Jokowi.

Halmahera Barat pun mengalami perlambatan. “Halbar memiliki potensi, tetapi kehilangan inisiasi. Di tengah tetangga lain di Pulau Halmahera yang bergerak cepat, Halbar justru bersembunyi dalam gegap gempita ekonomi Halmahera yang makin melejit,” ungkap Mukhtar.

Kota Tidore juga menunjukkan stagnasi karena minim terobosan. “Tidore seperti kehilangan gagasan bertumbuh. Hanya bertumpu pada belanja pemerintah sebagai penopang hidup,” tambahnya.

Sementara itu, Taliabu yang memiliki peluang pertumbuhan karena berdekatan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara justru terjebak di antara dua raksasa ekonomi tersebut dan Halmahera. Di sisi lain, Kabupaten Sula terus tergerus dan kehilangan pamornya, semakin menjauh dari kejayaan Sanana pada masa lalu.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments