Rabu, April 15, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalPrabowo Adu Nyali Pilih Perbaiki 34 Ribu Sekolah Ketimbang Biarkan Aset Negara...

Prabowo Adu Nyali Pilih Perbaiki 34 Ribu Sekolah Ketimbang Biarkan Aset Negara Dirampok

  • Ringkasan Berita
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mengembalikan Rp31,3 triliun hasil penyelamatan negara untuk kepentingan rakyat, termasuk renovasi 34.000 sekolah dan pembangunan desa.
  • Ia juga siap melindungi Satgas PKH dari intimidasi serta menyindir keras oknum birokrasi. Pemerintah turut menguasai kembali aset negara senilai Rp370 triliun.

 

IndoBisnis – Presiden Prabowo Subianto kembali mengirimkan pesan kuat kepada para mafia aset dan koruptor. Dalam momen simbolis di hadapan tumpukan uang tunai triliunan rupiah hasil sitaan negara, Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengubah “uang panas” tersebut menjadi fasilitas nyata bagi rakyat jelata.

“Uang sebesar Rp31,3 triliun yang kita selamatkan sampai hari ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah masa depan anak-anak kita,” ujar Presiden Prabowo di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih dan Satgas PKH, Minggu (12/4/2026).

Membangun dari Pinggiran. Presiden merinci secara emosional bagaimana uang hasil penyelamatan tersebut dapat mengubah wajah pendidikan dan infrastruktur desa. Ia membandingkan dana Rp31,3 triliun tersebut dengan kebutuhan mendesak di lapangan:

Pendidikan: Mampu membiayai renovasi total 34.000 sekolah yang selama belasan tahun rusak dan terabaikan.

Perumahan: Bisa digunakan untuk membedah rumah 500.000 warga berpenghasilan rendah, yang memberikan manfaat langsung bagi 2 juta jiwa.

Infrastruktur Desa: Membangun ribuan jembatan perintis untuk memutus isolasi di wilayah terpencil.

“Bayangkan kalau tidak kita selamatkan, uang ini hilang begitu saja. Rakyat tetap tinggal di rumah yang tidak layak, dan anak-anak kita belajar di sekolah yang hampir roboh,” tuturnya.

“Presiden Pasang Badan” untuk Satgas

Menanggapi laporan adanya intimidasi terhadap anggota Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di lapangan, Prabowo dengan tegas menyatakan dirinya sebagai tameng terdepan. Ia menyadari bahwa bekerja melawan mafia tambang dan perkebunan ilegal bukan perkara mudah.

“Saya tahu kalian diancam. Saya tahu kalian diintimidasi. Tapi ingatlah, kalian menjaga kehormatan bangsa,” kata Prabowo. Ia juga menegaskan bahwa setiap hambatan terhadap Satgas adalah hambatan langsung terhadap mandat konstitusional Presiden.

Akhiri Era “Main Mata” Presiden juga tidak menutup mata terhadap oknum internal di berbagai instansi yang masih bermain-main dengan kewenangan. Ia meminta seluruh aparatur sipil dan militer kembali ke khitah pengabdian.

“Sudah terlalu lama kekayaan rakyat dirampok. Marilah kita tutup praktik-praktik menipu rakyat dan menipu atasan. Bekerja di pemerintah adalah pengorbanan, bukan tempat mencari kekayaan dengan cara yang tidak baik,” tegasnya.

Dengan total aset kawasan hutan senilai Rp370 triliun yang berhasil dikuasai kembali, pemerintah optimistis dapat menekan defisit anggaran sekaligus mempercepat target digitalisasi sekolah dan modernisasi fasilitas publik di seluruh pelosok nusantara.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Prabowo Adu Nyali Pilih Perbaiki 34 Ribu Sekolah Ketimbang Biarkan Aset Negara Dirampok.

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments