Jakarta. IndoBisnis — Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mulai mengkritik kinerja Jokowi usai mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama Pertamina.
Ahok sudah menyatakan dukungannya terhadap Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024. Bahkan, mantan Gubernur Jakarta itu mundur dari Pertamina demi memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.
Ahok pernah dikenal sangat dekat dengan Jokowi, karena ia pernah menjabat Wakil Gubernur Jakarta bersamanya. Namun Ahok kini mulai melontarkan kritik terhadap Jokowi di tengah Pilpres 2024.
Ahok menyoroti penyaluran bantuan sosial (Bansos) yang dilakukan Presiden Jokowi. Ahok menyatakan pemberian Bansos yang dilakukan pemerintah bukan merupakan wujud keadilan sosial.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri acara Deklarasi Relawan Ahokers di Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2024).
Tanggapan Menteri Bahlil
Menanggapi pernyataan Ahok, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia angkat bicara.
Ahok menyatakan, program Bansos hanya ada pada masa kerajaan. Menurut Bahlil, pemikiran Ahok terkait Bansos tidak mewakili kepentingan rakyat jelata.
“Itu pemikiran Ahok yang tidak mewakili pemikiran masyarakat awam,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, seperti dilansir IndoBisnis.co.id mengutip dari Tribun Medan, Kamis 8 Februari 2024.
Bahlil enggan berkomentar lebih jauh terkait pernyataan Ahok soal bansos. Ia menilai pernyataan Ahok tak perlu ditanggapi.
“Kenapa ditanggapi Ahok? Enggak perlu ditanggapi menurut saya,” ucapnya.
Sebelumnya, Bahlil juga menanggapi kritik dari kubu Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo – Mahfud MD. Penyaluran bansos yang dilakukan Jokowi dituding bermotif politik.
Apalagi, kubu Ganjar-Mahfud melalui Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menuding bansos yang disalurkan untuk kepentingan kemenangan Prabowo-Gibran.
Menanggapi tudingan tak berdasar dari kubu lawan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyarankan agar Menteri Sosial Tri Rismaharini yang bersekutu dengan kubu Ganjar-Mahfud juga menyalurkan bansos.
Jika diperlukan, Tri Risma bisa mendirikan tenda agar bisa diketahui masyarakat.
“Saya ingin sampaikan bahwa Bansos bukanlah sesuatu yang baru. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, cara penyalurannya, apakah diberikan oleh Presiden atau disalurkan oleh menteri, terserah mereka, tidak ada masalah,” kata Bahlil usai acara. rapat internal di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (5/2/2023).
Bahlil mempersilahkan menteri lain, termasuk dari kubu Ganjar Pranowo, seperti Tri Rismaharini atau Risma, untuk ikut serta dalam penyaluran bansos.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan, penyaluran bansos menjadi tanggung jawab Menteri Sosial.
“Kalau perlu, saran saya, karena Mensos juga dari PDIP, maka dia bisa menyalurkannya. Kalau perlu, dia bisa mendirikan tenda dan membagikannya, tidak apa-apa. Presiden tidak akan melarang. Itu tugasnya,” dia berkata.
Menurut Bahlil, seorang Presiden tidak boleh dibatasi kemampuannya dalam berinteraksi dengan rakyat. Apalagi, penyaluran bantuan sosial oleh Presiden sudah terjadi jauh sebelum pemilu.
“Sekarang mungkin Presiden tidak berniat langsung membagikannya seperti calon presiden yang mengkritisi. Mungkin calon presiden lebih suka bekerja di belakang meja dan tidak mau turun ke lapangan. Tapi berbeda dengan Jokowi. ingin terjun ke lapangan,” ujarnya.***
