Jumat, April 3, 2026
spot_img
BerandaHUKUM DAN KRIMINALSudirman Said Didukung untuk Daftar Capim KPK: Bila Panggilan Publik Datang, Agenda...

Sudirman Said Didukung untuk Daftar Capim KPK: Bila Panggilan Publik Datang, Agenda Pribadi Harus Disisihkan

JAKARTA, IndoBisnis – Sejumlah koalisi masyarakat sipil, pegiat antikorupsi, akademisi, hingga aktivis muda mendorong eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, untuk mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024 – 2029. Pendaftaran calon pimpinan dan calon dewan pengawas KPK akan berakhir pada Senin, 15 Juli 2024.

Sudirman Said dianggap memiliki integritas, rekam jejak, independen, berpengalaman, berani, serta memiliki manajemen organisasi yang mumpuni. Salah satu rekam jejaknya adalah saat menjabat sebagai Deputi Kepala Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh-Nias 2005-2008.

Dukungan kepada Sudirman Said datang dari berbagai kelompok masyarakat, seperti Gerakan Kembalikan KPK pada Rakyat (Reclaim KPK), organisasi pemberantasan korupsi IM57 Institute, Transparency International Indonesia (TII), Yayasan Forum Indonesia Muda, serta akademisi dan aktivis muda.

Tokoh seperti pakar hukum tata negara Feri Amsari dan Muhammad Khalid (Ketua BEM KM UGM 2022) secara langsung meminta Sudirman untuk mendaftar sebagai calon pimpinan KPK. Selain itu, Sudirman juga mendapatkan banyak saran dari sahabat dan seniornya untuk mengikuti seleksi ini.

Gerakan koalisi masyarakat sipil berkomitmen untuk membangun kembali tata kelola dan pemerintahan yang bersih dengan menjadikan proses seleksi capim KPK sebagai momentum untuk memperkuat peran KPK dalam pemberantasan korupsi.

Menanggapi saran dan masukan dari gerakan koalisi masyarakat sipil, Sudirman Said mempertimbangkan untuk turut membenahi tata kelola pemerintahan yang bersih, salah satunya melalui kepemimpinan di KPK.

“Saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan harapan baik dari kawan-kawan gerakan masyarakat sipil. Setelah mempertimbangkan banyak saran dan masukan dari berbagai pihak, terutama koalisi masyarakat sipil yang peduli terhadap pemberantasan korupsi, insyaallah saya akan ikut ambil bagian sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengikuti seleksi Capim KPK. Semoga ikhtiar untuk membenahi tata kelola pemerintahan yang bersih ini diberikan kemudahan dan kelancaran,” tegas Sudirman Said, kepada IndoBisnis.co.id pada, Senin 15 Juli 2024.

Sudirman menegaskan bahwa menjadi pimpinan KPK, seperti posisi-posisi pimpinan publik lainnya, adalah untuk memenuhi kepentingan dan harapan publik, bukan agenda pribadi.

“Dalam beberapa pekan terakhir, saya memang berdiskusi dengan sejumlah pihak yang mewakili pandangan publik, termasuk rekan-rekan gerakan masyarakat sipil. Apabila memang menjadi kehendak publik dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat, saya akan mempertimbangkan ikut serta dalam seleksi calon pimpinan KPK.”

Sudirman menilai bahwa KPK merupakan lembaga negara yang strategis jika dikelola dengan komitmen dan integritas.

Menurutnya, jika presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto, berkomitmen membangun kembali tata kelola dan pemerintahan yang bersih, maka proses seleksi Capim KPK akan menjadi momentum untuk penguatan kembali peran KPK.

“Bila panggilan tugas publik datang, preferensi dan kepentingan pribadi harus disingkirkan,” tutup Sudirman.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments