Senin, Mei 4, 2026
spot_img
BerandaBERANDAInternasionalThailand–Kamboja Duduk Satu Meja Usai Baku Tembak di Perbatasan

Thailand–Kamboja Duduk Satu Meja Usai Baku Tembak di Perbatasan

IndoBisnis –  Ketegangan lama di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali membara. Namun Sabtu (7/6), harapan damai kembali terbuka setelah delegasi kedua negara bertemu secara langsung di Phnom Penh, Kamboja, guna meredakan sengketa yang nyaris membakar kawasan.

Pertemuan berlangsung tertutup, tetapi terpantau langsung oleh jurnalis AFP. Kedua negara sepakat membahas penyelesaian atas insiden bentrok bersenjata yang terjadi pada 28 Mei 2025 di kawasan yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud, titik pertemuan tiga negara: Thailand, Kamboja, dan Laos.

“Insiden itu memicu korban jiwa dari pihak Kamboja, satu prajurit dinyatakan gugur,” tulis laporan AFP.

Tentara dari kedua belah pihak sama-sama mengklaim bertindak dalam rangka membela diri, namun belakangan sepakat menempatkan kembali pasukan mereka agar tidak memicu konfrontasi tambahan.

Ketegangan Tinggi, Diplomasi Bergerak

Situasi di lapangan sempat memburuk. Thailand memperketat kontrol perbatasan, sedangkan Kamboja menginstruksikan pasukannya untuk berada dalam “siaga penuh.”

Namun, lewat pertemuan diplomatik di ibu kota Kamboja, dua tokoh penting dipercaya memimpin negosiasi:

Prasart Prasartvinitchai dari Kementerian Luar Negeri Thailand,

dan Chea Lam, Menteri Negara Kamboja untuk Sekretariat Urusan Perbatasan.

Meski belum ada pernyataan resmi usai pertemuan, langkah diplomasi ini menjadi sinyal positif bahwa eskalasi militer bisa ditekan dan diganti dengan penyelesaian hukum serta peta jalan damai.

Sengketa Lama, Luka Lama

Konflik ini bukan baru terjadi. Batas wilayah sepanjang 800 kilometer antara kedua negara merupakan warisan penjajahan Prancis di masa Indochina. Kekerasan bersenjata secara sporadis telah terjadi sejak tahun 2008, dan sejauh ini setidaknya 28 orang telah tewas.

Teranyar, Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mengumumkan bahwa Kamboja akan membawa empat titik wilayah yang disengketakan ke Mahkamah Internasional (ICJ), termasuk lokasi insiden terakhir.

“Kami akan ajukan sengketa ini ke ICJ demi menyelesaikannya secara hukum,” ujar Hun Manet.

Namun dari sisi Thailand, posisi masih keras. Negeri Gajah Putih tersebut menolak yurisdiksi ICJ, meskipun pengadilan telah memutuskan pada tahun 2013 bahwa wilayah kuil Preah Vihear adalah milik sah Kamboja.

Perbatasan yang Belum Selesai

Konflik batas wilayah di Asia Tenggara bukan hanya soal peta, melainkan juga menyangkut nasionalisme, sumber daya alam, dan harga diri negara. Wilayah yang terlihat sepi ini menyimpan potensi tambang, kehutanan, hingga rute perdagangan lintas batas.

Upaya damai seperti pertemuan Sabtu ini merupakan langkah penting untuk menghindari tragedi kemanusiaan yang lebih besar. Namun tanpa komitmen nyata dari kedua negara, ketegangan dapat kembali berubah menjadi ledakan kekerasan.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments