Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISZulhas Sindir Negara Tak Akan Maju Jika Rakyatnya Hanya Menunggu Bansos

Zulhas Sindir Negara Tak Akan Maju Jika Rakyatnya Hanya Menunggu Bansos

  • Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengingatkan bahwa bantuan sosial bukan jalan utama menuju kesejahteraan. Ia menegaskan, kunci kemajuan bangsa terletak pada produktivitas rakyatnya, bukan sekadar kebijakan karitatif yang membuat ketergantungan.

 

 

Pernyataan tegas dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas, dalam Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit 2025 di JCC, Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Ia menilai, penyaluran bantuan sosial (bansos) seharusnya tidak dijadikan program utama dalam membantu masyarakat miskin secara berkelanjutan.

“Kami meyakini negara itu akan maju kalau dia produktif. Tidak mungkin bangsa itu maju kalau rakyatnya tidak produktif,” ujarnya mengutip, Senin (3/11)

Menurut Zulhas, bansos tetap diperlukan dalam situasi darurat, namun tidak bisa menjadi tumpuan jangka panjang bagi sebuah negara yang ingin maju.

“Kami bukan tidak setuju bantuan sosial, tentu itu bagus. Tapi kalau berpuluh-puluh tahun orang susah dikasih beras, dikasih uang, saya kira itu mesti dikaji,” ujarnya mengingatkan.

Mantan Menteri Perdagangan itu menyoroti bahwa bangsa Indonesia pernah berada pada masa keemasan produktivitas.

Pada era 1980-an, Indonesia disegani karena sudah memiliki kemampuan industri yang kuat, mulai dari pesawat, pabrik pupuk, hingga kapal.

“Dulu kita punya perusahaan yang bisa bikin pesawat, bikin pupuk, bikin kapal. Itu artinya kita pernah produktif,” kata Zulhas mengenang masa kejayaan industri nasional.

Zulhas menegaskan, pertumbuhan ekonomi tinggi bukanlah mimpi yang mustahil. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 7,5% selama beberapa dekade pada masa reformasi.

“Kalau sekarang ada yang bilang target pertumbuhan 7–8% mustahil, saya kira salah. Kita pernah mengalami itu puluhan tahun,” jelasnya optimistis.

Namun, di balik optimisme itu, Zulhas tak menampik adanya tantangan besar. Ia menyoroti ketertinggalan Indonesia dari negara tetangga dalam hal pendapatan per kapita.

“Kita masih 4.000 dolar AS lebih, sedangkan Malaysia sudah 12.000 dolar dan Thailand 8.000 dolar. Kenapa? Karena mereka produktif,” katanya menegaskan.

Menurut Zulhas, solusi utama bukan hanya memperbesar bantuan, melainkan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Negara maju atau miskin tergantung bagaimana kita mengelolanya. Kuncinya ada di SDM, di produktivitas manusianya,” ujarnya menambahkan.

Dalam konteks kebijakan pangan, pemerintah kini tengah fokus mendorong produktivitas dan ketahanan pangan.

Salah satu program unggulannya ialah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sejak dini.

“Kenapa makanan bergizi? Karena kuncinya SDM. Kita kalah cepat dari negara lain karena kualitas manusia kita belum optimal,” pungkas

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments