- Ringkasan
- Penetapan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pengelola Wilayah Kerja Panas Bumi Telaga Ranu di Halmahera Barat menjadi sinyal penting perubahan arah geopolitik ekonomi Indonesia.
- Setelah lima tahun didominasi investasi Tiongkok melalui industri nikel, pemerintah mulai membuka ruang bagi investasi berbasis energi bersih yang terhubung dengan Amerika Serikat.
- Ekonom menilai langkah ini bukan sekadar keputusan teknokratis, melainkan strategi menghindari ketergantungan tunggal dan memperkuat posisi tawar nasional.
- Maluku Utara kini menjadi medan uji: apakah investasi global akan memperkuat kedaulatan ekonomi, atau justru memperdalam dominasi asing dalam wajah baru.
IndoBisnis – Peta kekuatan ekonomi global di Maluku Utara mulai bergeser. Penetapan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang pengelolaan panas bumi Telaga Ranu menandai upaya nyata pemerintah menyeimbangkan dominasi investasi yang selama ini terkonsentrasi pada satu kekuatan global.
Ekonom Maluku Utara, Mukhtar A. Adam, menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berdiri sendiri. Ia menilai langkah ini harus dibaca dalam konteks perubahan orientasi geopolitik ekonomi Indonesia dalam satu dekade terakhir.
“Indonesia sedang bergerak dari ketergantungan menuju keseimbangan geopolitik ekonomi,” ujar Mukhtar.
Ia menjelaskan, pada era Joko Widodo, Tiongkok menjadi mitra utama dalam akselerasi pembangunan dan hilirisasi industri. Namun, pada awal pemerintahan Prabowo Subianto, terlihat upaya lebih tegas untuk menciptakan keseimbangan kekuatan ekonomi global.
Penetapan Ormat, menurut Mukhtar, bersamaan dengan perjanjian perdagangan resiprokal Indonesia–Amerika Serikat, mencerminkan reposisi Indonesia di antara dua kutub kekuatan ekonomi dunia.
“Jika dibaca bersama, kedua langkah ini menunjukkan strategi sadar untuk menghindari dominasi tunggal dalam sektor strategis,” katanya.
Sejak 2020, kebijakan hilirisasi mineral telah mengubah Maluku Utara menjadi pusat industri nikel global. Investasi besar dari Tiongkok membawa lonjakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, tercermin dari peningkatan tajam Produk Domestik Regional Bruto sejak 2022.
Namun, pertumbuhan tersebut datang dengan konsekuensi struktural. Konsentrasi investasi yang tinggi menciptakan ketergantungan pada satu sumber modal, teknologi, dan tenaga kerja.
Masuknya ribuan tenaga kerja asing di tengah pandemi Covid-19 menjadi simbol percepatan industrialisasi yang melampaui kesiapan sosial dan kelembagaan daerah.
Mukhtar menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan karakter umum ekonomi ekstraktif.
“Pertumbuhan cepat dalam ekonomi berbasis ekstraksi sering kali menciptakan ketegangan antara kepentingan kapital global dan realitas sosial lokal,” ujarnya.
Protes masyarakat terhadap dampak lingkungan dan keterbatasan akses ekonomi menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan dari pola pertumbuhan tersebut.
Dominasi investasi Tiongkok juga ditandai dengan terbentuknya ekosistem industri tertutup. Kawasan seperti Indonesia Weda Bay Industrial Park memperlihatkan integrasi vertikal dari produksi hingga konsumsi internal.
Akibatnya, pelaku usaha lokal sulit masuk ke dalam rantai ekonomi utama. Aktivitas ekonomi masyarakat sekitar industri sering kali terbatas pada sektor informal dengan daya tawar rendah.
Mukhtar menilai kondisi ini berbeda dengan pengalaman sebelumnya di tambang emas yang dikelola PT Nusa Halmahera Mineral.
“Dalam model pengelolaan sebelumnya, keterlibatan masyarakat lokal dan integrasi ekonomi terasa lebih terbuka,” katanya.
Tambang tersebut sebelumnya dikelola oleh Newcrest Mining Ltd dan kemudian diambil alih oleh PT Indotan Halmahera Bangkit milik Robert Nitiyudo Wachjo.
Perbedaan ini, menurut Mukhtar, mencerminkan variasi kultur bisnis dan tata kelola investasi, bukan sekadar asal negara investor.
Penetapan Ormat oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 menjadi simbol perubahan arah kebijakan.
Energi panas bumi memiliki karakter berbeda dari industri tambang. Selain berorientasi jangka panjang, sektor ini juga terkait langsung dengan ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan.
Mukhtar menilai kehadiran Ormat dapat menjadi pembanding terhadap pola investasi yang selama ini dominan.
“Kehadiran investasi baru ini membuka peluang untuk meningkatkan standar tata kelola dan memperkuat posisi tawar nasional,” ujarnya.
Langkah pemerintah menjalin kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat memperkuat strategi diversifikasi investasi. Pendekatan ini dikenal sebagai strategi menghindari ketergantungan tunggal pada satu kekuatan ekonomi global.
Mukhtar menegaskan bahwa strategi ini penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia.
“Tujuannya bukan mengganti satu dominasi dengan dominasi lain, tetapi menciptakan keseimbangan agar Indonesia tetap memiliki kendali,” katanya.
Fenomena Maluku Utara menunjukkan bahwa tantangan utama Indonesia bukan sekadar menarik investasi, tetapi memastikan kualitas dan keseimbangan investasi tersebut.
Dominasi tunggal telah menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga menciptakan ketimpangan dan tekanan sosial. Kehadiran Ormat membuka peluang untuk memperbaiki keseimbangan tersebut.
Namun, Mukhtar mengingatkan bahwa hasil akhirnya bergantung pada kemampuan pemerintah memanfaatkan investasi sebagai instrumen kedaulatan ekonomi.
“Maluku Utara kini menjadi ujian, apakah Indonesia mampu mengelola rivalitas global untuk kepentingan nasional, atau justru tetap berada di bawah bayang-bayang dominasi asing,” ujarnya.
***
Mukhtar A Adam, Dosen FEB Universitas Khairun Ternate, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.
Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Talaga Ranu dan Ujian Dominasi Investasi di Halmahera Barat
Disclaimer
Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.
IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.
