Jumat, April 3, 2026
spot_img
BerandaBERANDAInternasionalProyektil Misterius, Prajurit RI Gugur di Basis UNIFIL

Proyektil Misterius, Prajurit RI Gugur di Basis UNIFIL

  • Ringkasan:
  • UNIFIL mengonfirmasi satu pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia tewas akibat proyektil di Lebanon selatan, namun sumber serangan belum diketahui.
  • Di tengah eskalasi konflik Israel–Hizbullah yang meluas dari perang AS–Israel melawan Iran, pasukan PBB justru berulang kali menjadi sasaran.
  • Serangan darat dan udara meningkat, disertai pengungsian massal yang telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang, memperparah krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.

IndoBisnis — Perang di Lebanon selatan kian brutal dan tanpa kepastian arah. Di tengah benturan sengit antara Israel dan Hizbullah, Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) justru kehilangan satu penjaga perdamaian. Lebih mencemaskan, sumber serangan mematikan itu masih gelap.

UNIFIL, melansir Al Jazeera, menyatakan, “Seorang pasukan penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr.” Dalam insiden yang sama, disebutkan, “Satu orang lainnya mengalami luka kritis.”

Pemerintah Indonesia mengonfirmasi satu personel penjaga perdamaian gugur dan tiga lainnya terluka akibat tembakan artileri tidak langsung. Fakta ini menegaskan bahwa bahkan pasukan netral kini berada dalam pusaran ancaman nyata.

“UNIFIL menyatakan bahwa asal proyektil yang menewaskan personel tersebut belum diketahui dan penyelidikan sedang dilakukan, sekaligus menegaskan bahwa tidak seharusnya ada korban jiwa dalam misi perdamaian.”

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan, “kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat.”

Namun, realitas di lapangan menunjukkan eskalasi yang terus meningkat.

“UNIFIL melaporkan bahwa posisi mereka telah dihantam lebih dari sekali sejak pertempuran terbaru dimulai pada 2 Maret, menunjukkan meningkatnya risiko terhadap pasukan penjaga perdamaian.”

Sebelumnya, pada 7 Maret, tiga tentara Ghana juga dilaporkan terluka akibat tembakan di wilayah perbatasan Lebanon selatan.

Konflik kian melebar setelah perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran merembet ke Lebanon. Hizbullah meluncurkan roket ke Israel menyusul terbunuhnya Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari.

“Situasi ini menunjukkan Hizbullah tidak lagi menahan diri sejak gencatan senjata November 2024, yang sebelumnya disebut sering dilanggar Israel.”

Militer Israel melaporkan enam tentaranya terluka dalam tiga insiden, tiga di antaranya dalam kondisi serius. Pejabat Israel menyatakan invasi ke Lebanon selatan bertujuan membentuk zona keamanan sejauh 30 kilometer dari perbatasan.

Dari Beirut, Zeina Khodr melaporkan perubahan besar dalam strategi militer Israel. Ia mengatakan, “Sejak pekan lalu, pasukan Israel telah maju ke beberapa wilayah,” termasuk di jalur pesisir dan sekitar 8 kilometer selatan Tyre.

Ia juga menegaskan, “Masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang akan unggul… tetapi kata kuncinya adalah kontrol,” serta menambahkan bahwa Hizbullah akan berupaya mencegah konsolidasi kendali Israel.

Serangan udara kembali menghantam pinggiran selatan Beirut pada Senin, ditandai dengan kepulan asap tebal. Serangan ini terjadi setelah peringatan Israel terhadap tujuh kawasan, termasuk Haret Hreik dan Burj al-Barajneh, dengan klaim menargetkan fasilitas militer Hizbullah tanpa bukti terbuka.

Militer Israel juga terus melancarkan operasi darat dan udara, disertai perintah pengungsian massal.

“Laporan lapangan menyebutkan bahwa banyak pihak menilai tidak ada lagi target militer signifikan, sehingga serangan dipandang sebagai bentuk tekanan kolektif terhadap Hizbullah.”

  • Dampak kemanusiaan pun semakin parah.

“PBB mencatat lebih dari 1,2 juta orang telah mengungsi sejak awal Maret, menandakan krisis kemanusiaan yang terus membesar.”

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Proyektil Misterius, Prajurit RI Gugur di Basis UNIFIL.

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments