Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaBERANDADaerahTeknologi & Pemuda Jadi Pilar Pertanian Halmahera Selatan

Teknologi & Pemuda Jadi Pilar Pertanian Halmahera Selatan

IndoBisnis – Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (DP2KP) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terus menggenjot pengembangan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern dan pemberdayaan pemuda desa.

Kepala Dinas Pertanian Halsel, Ir. Agus Heriawan, SP., S.Hut., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa transformasi pertanian ke arah yang lebih modern tidak dapat dihindari.

“Kita sudah menggunakan alat-alat teknologi pertanian. Contohnya alsintan, atau alat dan mesin pertanian seperti traktor roda empat (TR4), kultivator, dan bahkan drone untuk penyiraman dan pemupukan,” ujar Agus saat diwawancarai di kantornya, Selasa (6/5)

Menurutnya, transformasi ini merupakan bagian dari strategi besar ketahanan pangan di Halmahera Selatan.

Agus menjelaskan bahwa sektor ketahanan pangan merupakan urusan wajib pemerintah daerah, sedangkan pertanian adalah urusan pilihan.

Namun, keduanya saling berkaitan erat dalam mendukung kesejahteraan petani dan stabilitas pangan.

“Dalam ketahanan pangan, kami menjalankan empat program utama, diantaranya yakni diversifikasi pangan, keterjangkauan akses pangan, dan urusan pilihan pengembangan sarana dan prasarana pertanian (PSP), serta peningkatan produktivitas pertanian,” jelasnya.

Agus menegaskan bahwa penggunaan teknologi pertanian terutama alsintan telah diterapkan secara luas, tidak hanya di Bacan.

“Memang ada data yang menunjukkan fokus di Bacan, tapi sebenarnya alat-alat ini sudah digunakan wilayah Halsel. Itu hanya soal laporan yang bisa kami sesuaikan nanti,” katanya.

Teknologi pertanian yang digunakan meliputi traktor roda dua dan empat, kultivator, serta drone untuk penyemprotan dan pemupukan.

“Kalau dulu petani mencampur tanah secara manual, sekarang dengan smart farming kita campur dengan menggunakan Android atau Internet of things, Ini juga bagian dari pemberdayaan petani milenial lokal, melalui pelatihan nantinya” tegas Agus.

Selain teknologi, infrastruktur pertanian juga dibangun secara masif. Dinas Pertanian Halsel telah membangun jalan tani, jalan produksi, irigasi air tanah dangkal untuk mendukung tanaman hortikultura dan perkebunan, serta irigasi air dalam untuk tanaman perkebunan juga

“Kami bersyukur karena tahun lalu mendapatkan DAK yang cukup besar untuk membangun irigasi di berbagai lokasi,” ujar Agus.

Agus juga menekankan pentingnya kemitraan dan kolaborasi dalam ekosistem pertanian. “Kami bekerja sama dengan kelompok tani, melalui BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), hingga WKPP (Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian). Jadi, dari dinas turun ke penyuluh, lalu ke kelompok tani. Di situ letak kolaborasinya,” jelasnya.

Dalam hal swasembada pangan, Agus menuturkan bahwa pemenuhan pangan tidak hanya pada karbohidrat seperti padi, pisang, dan jagung, tetapi juga protein nabati dan hewani.

“Untuk protein nabati, kita tanam sayuran seperti tomat, kacang panjang, lobak, dan sawi. Kalau protein hewani, memang masih terbatas, seperti telur dan daging,” katanya.

Agus juga menyampaikan bahwa desa-desa yang berpotensi ekspor mulai diperhatikan. Salah satu yang disorot adalah pemberdayaan pemuda desa melalui program rekrutmen petani milenial.

“Kami rekrut 100 pemuda dari 100 desa, lalu diberikan pelatihan intensif. Untuk desa besar seperti Bori, bahkan dusun nya kami libatkan,” ungkapnya.

Langkah ini disebut Agus sebagai bagian dari persiapan mendukung visi -misi Bupati dan wakil Bupati yang mengarah pada pengembangan kawasan agro-maritim mulai tahun 2026.

“Ini bagian dari visi besar Bupati Halsel. Anak-anak muda inilah yang nanti akan menjalankan misi itu,” tandasnya.

Dinas Pertanian juga terus menjaga transparansi dalam penyaluran bantuan. Menurut Agus, semua bantuan seperti bibit dan alat diberikan sesuai proposal dari petani.

“Kalau petani ajukan proposal bibit, maka kami bantu sesuai permintaan. Semua transparan,” tegasnya.

Dengan strategi yang menggabungkan teknologi, infrastruktur, pemberdayaan, dan transparansi, Agus optimistis pertanian Halmahera Selatan akan semakin maju dan menjadi fondasi kuat menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments