- Ringkasan
- Keresahan petani Halmahera Selatan memuncak. Sapi-sapi milik anggota DPR RI Izzudin Al Qosaam Kasuba, yang juga adik Bupati Halsel, berkeliaran bebas dan merusak kebun warga.
- Tanaman habis dimakan, kerugian menumpuk, namun tanggung jawab pemilik ternak absen. Konflik ini menegaskan ketimpangan antara kekuasaan dan rakyat kecil yang terus menanggung rugi.
IndoBisnis – Maraknya sapi yang berkeliaran tanpa pengawasan memicu keresahan serius di kalangan petani. Hewan-hewan itu dilaporkan masuk ke area perkebunan warga, memakan dan merusak tanaman, sehingga menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Salah satu petani terdampak, Sania (56), mengaku kebunnya rusak parah akibat sapi yang dilepas begitu saja. Ia menyebut sapi-sapi itu merupakan milik anggota DPR RI Izzudin Al Qosaam Kasuba.
“Sudah sering terjadi. Sapi itu masuk hampir setiap hari. Tanaman kami habis dimakan,” ujar Sania, Selasa (10/2).
Menurut Sania, persoalan utama bukan sekadar tanaman yang rusak, melainkan ketiadaan itikad baik pemilik sapi untuk bertanggung jawab. Hingga kini, tidak ada penyelesaian maupun ganti rugi.
Ia menegaskan, jika dalam waktu 24 jam tidak ada langkah nyata dari pemilik ternak, kasus ini akan dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Sania menceritakan, sapi-sapi itu telah berulang kali masuk ke kebunnya. Tidak hanya tanaman pala, tetapi berbagai tanaman lain juga menjadi korban.
“Ini bukan sekali dua kali. Sudah sering masuk dan merusak kebun,” katanya.
Sebagai bentuk protes, warga sempat menahan sapi selama tiga hari untuk menuntut pertanggungjawaban. Namun tanpa pemberitahuan, pemilik ternak mengambil kembali sapi tersebut secara diam-diam, meninggalkan kerugian warga tak terselesaikan.
Tindakan itu memicu kekecewaan mendalam warga. Mereka menilai sikap pemilik sapi sebagai pengabaian hak petani kecil, sekaligus memperlihatkan ketimpangan nyata antara pemilik ternak berpengaruh dan rakyat biasa.
“Kasihan kami rakyat kecil selalu dirugikan. Padahal itu sumber penghasilan kami,” tandas Sania.
Kasus ini menjadi cermin tajam konflik lama di pedesaan: ternak dilepas tanpa kendali, kebun rusak, dan petani menjadi pihak paling menderita. Saat tanggung jawab absen, hukum dan keadilan kembali diuji di ladang-ladang yang porak-poranda.
***
Mardan Amin, Jurnalis IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.
Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Sapi DPR RI Adik Bupati Halsel Makan Tanaman Warga.
Disclaimer
Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.
IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.
