Jumat, Mei 1, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISGimana Sikap Pemerintah Soal TikTok Shop 

Gimana Sikap Pemerintah Soal TikTok Shop 

IndoBisnis.co.id, Jakarta —  Mentri Kominfo Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa TikTok Shop sudah mengantongi izin menjalankan e-commerce sejak Juli 2023. Jadi, secara legalitas, TikTok tidak melanggar aturan atau undang-undang terkait dengan dua bisnisnya yang berjalan bersamaan.

Dikutip IndoBisnis. co. id, dari Antara News, 25 Oktober 2023 Pemerintah juga merasa tidak mungkin untuk menutup TikTok Shop secara total karena takut memberikan dampak negatif pada pengguna lainnya. Tak bisa dipungkiri bahwa ada sebagian pedagang atau UMKM yang justru terbantu dengan kehadiran TikTok Shop.

Guna mengatasi masalah ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang merumuskan regulasi untuk mengatur TikTok Shop. Regulasi ini pun tentunya akan berpihak pada UMKM yang punya kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Hal itu pun ditanggapi langsung Ketua Umum Indonesia Digital Empowerment Community (Idiec) Tesar Sandikapura menjelaskan fenomena sepinya pasar tradisional dan pusat grosir justru dikarenakan gaya hidup dan belanja masyarakat yang sudah berubah.

Masyarakat cenderung malas untuk keluar dari rumah untuk membeli suatu barang sehingga mereka lebih memilih untuk membeli barang secara online.

Selain itu, Tesar mengatakan, faktor lainnya adalah daya beli masyarakat juga tidak sebesar sebelum pandemi Covid-19. “Orang sudah lebih berhemat sehingga mereka tidak membeli barang-barang yang sekunder,” ujar Tesar.

Tesar menambahkan, jika memang para penjual di Tanah Abang sudah berusaha untuk merambah ke e-commerce, tetapi masih tidak laku, hal ini juga bukan kesalahan platform e-commerce.

Menurut Tesar, memang dengan kehadiran e-commerce, pedagang makin besar dan pasar makin luas. Alhasil, persaingan usaha yang lebih luas pun tidak terbendung. Selain itu, Tesar menambahkan, pelanggan akan cenderung melihat yang lebih murah, mudah, dan dekat.

“Yang tadinya ada 10 orang sekarang jadi 100 orang, yang pasti omzet penjual pasti turun karena dibagi rata,” ujar Tesar.

Sementara Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan banjir barang murah dengan kualitas buruk menjadi sepinya pasar Tanah Abang. Dia menampik merosotnya penjualan di Tanah Abang karena aplikasi TikTok.

“Kamu tidak bisa dipertentangkan kematian Tanah Abang dengan TikTok, karena Tanah Abang pun dari dulu sudah jualan online, live shopping, dan multichannel,” ujar Teten dikutip indoBisnis.co.id dari Bisnis.com saat ditemui wartawan, Selasa (24/10/2023).

Teten mengaku, sekalipun para pedagang Tanah Abang sudah merambah ke platform daring, mereka masih kalah dibandingkan para penjual yang memberikan harga sangat murah.

Teten melihat banyak barang-barang yang dijual dari luar negeri dengan harga murah, padahal kualitasnya buruk. Selain itu, Teten melihat para pedagang yang berjualan secara live shopping juga kalah dibandingkan para artis.

“Live shopping juga mereka jualan. Namun, live shopping kalau tidak pakai artis siapa yang mau nonton. Begitu live shopping saya lihat, oh tidak ada yang nonton,” ujar Teten menambahkan

Oleh karena itu, menurutnya masyarakat jangan dibodoh-bodohi tentang pasar offline yang kalah dengan online.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments