JAKARTA, IndoBisnis – Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Kei, secara tegas meminta Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, untuk memberikan jatah menteri kepada putra-putri Maluku dan Maluku Utara dalam kabinetnya.
Seruan ini disampaikan Umar dalam acara pelantikan pengurus FPMM periode 2024-2029 di The Tavia Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2024).
“Saya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Pemuda Muslim Maluku, mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih, Bapak Prabowo Subianto. Semoga beliau membuka ruang bagi putra-putri terbaik Maluku dan Maluku Utara untuk menjadi menteri,” ujar Umar Kei dalam pidatonya dikutip dari Wartakotalive.com pada Jumat (6/9).
Acara pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Umum PBB Fahri Bachmid, serta Pj Gubernur Maluku.
Turut hadir pula pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Michael Wattimena, yang siap bertarung dalam Pilkada 2024.
Namun, pernyataan Umar Kei tak berhenti di situ. Ia dengan lantang mengancam akan menyerukan gerakan “Maluku Merdeka” jika wilayah tersebut tidak diberi peran dalam pemerintahan.
“Sudah sekian tahun Maluku dan Maluku Utara tidak mendapat perhatian. Jumlah pemilih boleh banyak di Jawa, tapi masa depan bangsa ini ada di Indonesia Timur,” tegas Umar Kei.
Umar menekankan bahwa putra-putri dari Indonesia Timur memiliki kemampuan yang tak kalah dari daerah lain. Ia meminta Prabowo memberikan kesempatan kepada tokoh Maluku untuk membuktikan kapasitas mereka dalam kabinet.
“Kami sering makan ikan segar dan sayur baru dipetik di Maluku. Sedangkan di Jawa, mereka makan ikan lele dan sayur layu, tapi tetap bisa memimpin bangsa ini. Kami yakin, kami bisa lebih baik jika diberi kesempatan,” ungkap Umar.
Isu sensitif gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) pun tak luput dari perhatiannya. Menurut Umar, jika pemerintah pusat memberikan peran lebih besar kepada Maluku, gerakan separatis semacam itu bisa dicegah.
“Supaya tidak ada RMS, kasih kami jatah menteri. Semua akan aman. Saya percaya nasionalisme Prabowo cukup tinggi untuk memahami hal ini,” tambahnya.
Umar Kei dan Masa Lalunya yang Kontroversial
Umar Kei tak lepas dari bayang-bayang masa lalunya yang kontroversial. Ia baru saja menyelesaikan masa tahanan di Lapas Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, pada Oktober 2022 setelah menjalani hukuman atas kasus narkoba.
Meski demikian, ia mendapatkan pembebasan bersyarat dan disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, politikus, hingga tokoh agama, yang menggelar syukuran di kediamannya di Pondok Gede, Bekasi.
Kini, Umar Kei berusaha menggunakan perannya sebagai Ketua Umum FPMM untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku dan Maluku Utara di kancah nasional.
