- Ringkasan
- Instruksi keras Presiden Prabowo Subianto untuk menyatakan perang terhadap sampah kembali diuji di daerah.
- Di Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara, tumpukan sampah di kawasan Pelabuhan Spit justru viral di media sosial.
- Video warga yang menyoroti kondisi tersebut memantik kecaman publik dan mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menindaklanjuti perintah langsung Presiden.
IndoBisnis – Persoalan sampah kembali membuka wajah kontras antara kebijakan pusat dan realitas daerah. Sebuah video yang menampilkan tumpukan sampah di lokasi pembuangan Pelabuhan Spit Sofifi, Maluku Utara, viral di media sosial dan menuai sorotan tajam masyarakat.
https://www.facebook.com/share/p/19twFmndPF/
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Fitri Yani. Dalam rekaman berdurasi sekitar 10 menit, Fitri memperlihatkan kondisi tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung di area pelabuhan.
Sambil merekam, ia melontarkan kritik bernada keras. “Ini Sofifi mau jadi kota? Kong sampah model begini kah,” ujarnya.
Tak hanya menampilkan visual kondisi lapangan, Fitri juga menyampaikan pesan terbuka kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, melalui keterangan unggahan. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa masalah kebersihan bukan semata soal fasilitas, melainkan lemahnya pengelolaan dan pengangkutan sampah.
“Kami mohon perhatian untuk masalah kebersihan di tempat pembuangan sampah. Meskipun tempat sampah telah disediakan, namun kurangnya petugas kebersihan yang mengambil sampah menyebabkan sampah menumpuk dan tidak dibersihkan,” tulis Fitri.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata demi kebersihan dan kenyamanan lingkungan, khususnya di kawasan pelabuhan.

Sebelumnya, instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah secara nasional. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Prabowo secara terbuka memerintahkan jajaran TNI, Polri, hingga BUMN untuk turun tangan langsung membersihkan sampah.
Dalam taklimatnya, Prabowo mengakui persoalan sampah sebagai salah satu masalah serius nasional, terutama di sektor pariwisata. Ia menyebut Bali sebagai contoh nyata dampak buruk pengelolaan sampah yang buruk terhadap citra Indonesia di mata dunia.
Kepala Negara mengklaim menerima banyak keluhan dari tokoh internasional yang menilai pantai-pantai di Bali semakin kotor. Menurut Prabowo, kondisi tersebut berpotensi membuat wisatawan enggan kembali berkunjung ke Indonesia.
Ia pun memerintahkan seluruh unsur negara bergerak tanpa pengecualian. “Kalau bupati dan gubernur tidak bisa saya perintah, dandim, danrem, saya perintahkan kau, gerakkan anak buahmu, korve setiap hari atau setiap berapa hari,” tegas Prabowo. Ia juga meminta kepolisian mengerahkan personel untuk kerja bakti membersihkan sampah.
Dalam konteks militer, korve merujuk pada kegiatan kerja bakti atau bersih-bersih yang dilakukan oleh prajurit. Selain TNI dan Polri, Prabowo juga memerintahkan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlibat aktif dalam upaya tersebut. “Danantara, semua BUMN, ribuan anak buahnya korve. Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor-kantor BUMN,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Prabowo bahkan menuturkan bahwa hampir setiap kunjungan luar negeri selalu diwarnai keluhan soal Bali yang kotor. “Dia bilang, ‘Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali is so dirty now, Bali is not nice,’,” kata Prabowo menirukan ucapan para petinggi negara asing.
Dalam forum tersebut, Presiden juga menunjukkan foto-foto sampah di Bali hingga Ciputat sebagai bukti konkret. “Ini real, Bali Desember 2025. Ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ?” katanya.
Sebagai langkah strategis, Prabowo meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—yang akan menjadi program khusus pemerintahannya. Ia menegaskan kesiapan negara menggelontorkan anggaran, termasuk pengadaan truk dan gerobak sampah.
“Kita ini harus menyatakan perang terhadap sampah. Ini untuk rakyat kita. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” tegas Prabowo.
Namun, kondisi di Pelabuhan Spit Sofifi justru menunjukkan jarak lebar antara perintah pusat dan pelaksanaan di daerah. Tumpukan sampah yang viral tersebut memunculkan pertanyaan serius di ruang publik: sejauh mana instruksi Presiden dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
***
Mardan Amin, Jurnalis IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.
Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Instruksi Presiden Prabowo soal Sampah Diabaikan di Maluku Utara
Disclaimer
Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.
IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.
