Jawa Timur, Magetan — Pondok Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memiliki tradisi unik dalam melaksanakan salat tarawih selama bulan Ramadan. Setiap malam, ratusan santri dan jamaah melaksanakan salat tarawih dengan mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an dalam satu malam. Salat tarawih ini berlangsung selama delapan jam, dimulai setelah salat Isya hingga menjelang sahur. Senin (10/03/25)
Pelaksanaan salat tarawih ini terbagi dalam beberapa kelompok yang tersebar di sejumlah masjid di dalam kompleks pesantren. Setiap kelompok memiliki target bacaan yang berbeda, mulai dari 1 juz, 5 juz, hingga 30 juz dalam satu malam. Tradisi ini tidak hanya menunjukkan komitmen para santri dalam mendalami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kekhusyukan dan ketenangan dalam beribadah selama bulan suci Ramadan.
Ustaz Barlei Musaddad, pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, menjelaskan bahwa tradisi ini juga bertujuan untuk menjawab anggapan bahwa salat tarawih 20 rakaat dilakukan dengan cepat. Di pesantren ini, salat tarawih 20 rakaat dilaksanakan dengan tenang, tartil, dan tajwid yang baik, bahkan dengan bacaan 30 juz Al-Qur’an yang selesai menjelang sahur.
Tradisi salat tarawih dengan mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an dalam satu malam ini telah menjadi ciri khas Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro dan menarik perhatian umat Muslim dari berbagai daerah. Selain sebagai bentuk ibadah, tradisi ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar santri dan masyarakat sekitar. (Slh/Mr)
