IndoBisnis – Banjir kembali menghantam Trans Kobe dan Desa Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah, Halmahera Tengah, sejak pukul 04.00 WIT, Sabtu (22/6/2025). Air Sungai Kobe meluap akibat hujan deras dan merendam sejumlah rumah warga.
Namun yang lebih ironis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Tengah secara terang-terangan mengaku hanya bertugas mengevakuasi warga, bukan menangani penyebab banjir.
“Air mulai naik sejak subuh. Ini kejadian yang selalu berulang tiap musim hujan,” ujar Muhlis Taher, Sekretaris BPBD Halmahera Tengah, di lokasi banjir.
Muhlis menegaskan bahwa normalisasi sungai bukan tugas BPBD.
“Itu wewenang Pemda. Kami dengar sudah ada rencana, tapi pelaksanaannya belum,” katanya.
Soal jumlah rumah terdampak, BPBD tak membawa data.
“Data ada di kantor. Di lapangan kami tidak bawa,” ujarnya tanpa penjelasan kondisi warga.
Sementara itu, perusahaan tambang PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berada di sekitar lokasi banjir, sama sekali tak terdengar kontribusinya.
Warga mempertanyakan tanggung jawab sosial perusahaan, namun tak ada satu pun pejabat yang memberikan jawaban.
BPBD menyebut mitigasi sebatas pemasangan papan imbauan.
“Papan sedang dicetak. Akan dipasang di Weda Selatan dan Weda Kota,” ucap Muhlis.
Bencana datang, pemerintah bicara rencana. Tak ada normalisasi, tak ada drainase, hanya papan peringatan di tengah air bah.
“Kalau sungai dinormalisasi, air bisa satu arah. Sekarang ke kiri dan kanan, semua kena,” ujarnya.
Pantauan IndoBisnis pada pukul 06.20 WIT menunjukkan aktivitas penambangan kembali berjalan normal di tengah banjir yang masih menggenangi pemukiman warga.
***
