Rabu, Februari 11, 2026
spot_img
BerandaBERANDAInternasionalIsrael Hancurkan Sekolah Dekat RS Indonesia di Gaza, Tragedi Kemanusiaan Terus Berlanjut

Israel Hancurkan Sekolah Dekat RS Indonesia di Gaza, Tragedi Kemanusiaan Terus Berlanjut

Gaza Utara, 9 Februari 2026. Serangan militer Israel kembali mengguncang kawasan padat penduduk di Jabalia dan sekitarnya, Gaza Utara, pada Senin (9/2). Ledakan dilaporkan terjadi di sekitar lingkungan Rumah Sakit Indonesia, yang sebelumnya telah berhenti beroperasi akibat serangan terdahulu. Operasi tersebut mengakibatkan rusaknya sejumlah bangunan sekolah yang selama ini digunakan sebagai tempat pengungsian warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak.

Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa bangunan sekolah di Jabalia, Beit Hanoun, dan Beit Lahia mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah. Puing-puing bangunan berserakan di sekitar lokasi, sementara asap hitam terlihat membubung dari beberapa titik yang terdampak. Warga yang mengungsi dilaporkan berlarian menyelamatkan diri, banyak di antaranya kehilangan tempat berlindung sementara.

Analisis citra satelit yang dirilis kelompok investigasi independen Bellingcat pada 4 Februari 2026 menunjukkan kehancuran total pada sejumlah fasilitas pendidikan di Gaza Utara. Laporan tersebut menyebutkan bahwa kerusakan merupakan bagian dari rangkaian operasi militer yang berlangsung sejak akhir 2024 hingga awal 2025, dengan pola yang mengindikasikan rusaknya infrastruktur sipil di wilayah tersebut.

Rumah Sakit Indonesia, yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat pemboman pada Mei 2025, dilaporkan kini tidak lagi dapat difungsikan. Kondisi ini memperparah situasi kemanusiaan, mengingat keterbatasan akses bantuan medis akibat blokade dan intensitas konflik yang masih berlangsung.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan operasi presisi yang ditujukan untuk menargetkan posisi militan Hamas yang diduga berada di sekitar kompleks sekolah. Namun, klaim tersebut sulit diverifikasi secara independen karena pembatasan akses media internasional ke wilayah Gaza.

Sementara itu, kritik dari komunitas internasional terus bermunculan. Sejumlah organisasi hak asasi manusia menyoroti dampak serangan terhadap warga sipil dan potensi pelanggaran hukum humaniter internasional. Human Rights Watch, dalam laporan yang dirilis pada Agustus 2025, sebelumnya telah memperingatkan adanya pola serangan berulang terhadap fasilitas pendidikan di Gaza yang memperburuk krisis kemanusiaan.

Otoritas Palestina melaporkan puluhan warga sipil tewas dan mengalami luka-luka, termasuk anak-anak, akibat serangan terbaru ini. Hingga kini, situasi di Gaza Utara masih dilaporkan tegang, dengan ribuan warga menghadapi kondisi darurat kemanusiaan di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments