JAKARTA, IndoBisnis – Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar Pameran Jelajah Harapan Literasi Papua, yang menampilkan konsep dan keberadaan kampung literasi yang mereka jalankan di Tanah Papua. Pameran ini berlangsung hingga 18 Agustus mendatang dan terbuka untuk masyarakat umum.
Direktur Komunikasi dan Sumber Daya Pembangunan WVI, Asteria Aritonang, menjelaskan bahwa setiap kampung literasi dilengkapi dengan rumah baca sebagai perpustakaan komunal dan media pembelajaran kontekstual.
“Keberadaan rumah baca sangat membantu anak-anak dalam memahami pelajaran sekolah,” kata Asteria pada Sabtu 20 Juli 2024.
Asteria menambahkan, pengelolaan kampung literasi juga melibatkan pemerintah, tokoh adat, dan tokoh agama. “Kami berharap semakin banyak pihak yang berkolaborasi sehingga anak-anak di Papua bisa mendapat akses literasi yang lebih baik,” ujarnya.
Selama 40 tahun berkarya di Tanah Papua, WVI telah mendampingi lima area di wilayah tersebut. Anak-anak di Asmat tercatat memiliki keterampilan membaca dengan pemahaman terendah, yaitu sekitar 11 persen.
“Rata-rata siswa kelas 3 SD di Asmat hanya bisa membaca lima kata per menit, sedangkan di Papua 31 kata per menit, padahal idealnya 60–80 kata per menit. Di Pegunungan Tengah, kegiatan belajar mengajar sering ditiadakan karena isu konflik sosial,” jelas Asteria.
Pameran ini digelar untuk menyambut Hari Anak Nasional dan Hari Kemerdekaan Indonesia. WVI bekerja sama dengan Aguna Group dalam menyelenggarakan pameran tersebut. Direktur Utama Aguna Group, Bastiaan Rambie, menyatakan bahwa mereka memiliki misi yang sama dengan WVI.
“Kami berharap semakin banyak pihak yang berkolaborasi dalam membangun kampung literasi guna mewujudkan harapan dan mimpi anak-anak di Tanah Papua. Keseluruhan donasi dari Aguna Group akan digunakan untuk mendukung akses literasi bagi sekitar 1.680 anak di Tanah Papua,” ujar Bastiaan.***
