Jumat, Mei 1, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISHampir 90% Perdagangan Rusia-India Beralih ke Mata Uang Nasional, Apa Dampaknya Bagi...

Hampir 90% Perdagangan Rusia-India Beralih ke Mata Uang Nasional, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Global?

NEW DELHI, IndoBisnis – Penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bilateral antara Rusia dan India kini mencapai hampir 90%.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, Denis Manturov, dalam pertemuan dengan pejabat tinggi di New Delhi.

Langkah ini menjadi salah satu strategi utama kedua negara untuk mengatasi dampak sanksi Barat terhadap Rusia.

Selama lima tahun terakhir, perdagangan antara Rusia dan India telah tumbuh lebih dari lima kali lipat, menjadikan India sebagai mitra dagang terbesar kedua bagi Rusia.

Manturov menyatakan bahwa perdagangan lintas batas menggunakan mata uang nasional dan mekanisme pembayaran alternatif terus meningkat.

Langkah ini dinilai penting terutama setelah Rusia dikeluarkan dari sistem pembayaran internasional SWIFT, Visa, dan MasterCard akibat sanksi yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Meski perdagangan bilateral mengalami peningkatan, terdapat ketidakseimbangan yang signifikan antara impor dan ekspor.

Berdasarkan catatan, impor India dari Rusia tahun lalu mencapai USD61,1 miliar, terutama dalam bentuk minyak mentah, sementara ekspor India ke Rusia hanya sekitar USD4,2 miliar.

Hal ini memicu kebutuhan untuk mendiversifikasi komoditas perdagangan agar tercipta keseimbangan yang lebih baik.

Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, menyatakan pentingnya upaya fasilitatif untuk memastikan perdagangan yang lebih seimbang antara kedua negara.

Jaishankar menekankan bahwa Rusia merupakan pemasok andalan bagi kebutuhan minyak mentah, batu bara, uranium, dan pupuk untuk India. Kebutuhan ini sangat penting bagi ketahanan energi dan pangan India.

Denis Manturov menekankan pentingnya diversifikasi sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada sektor energi.

Ia menyebut bahwa Rusia kini meningkatkan ekspor produk pertanian, seperti minyak bunga matahari dan kedelai ke India, serta menerima berbagai produk agroindustri, komponen industri, dan obat-obatan farmasi dari India.

“Kami sangat berkomitmen untuk menandatangani perjanjian perdagangan antara India dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) serta perjanjian perlindungan investasi bilateral.

Hal ini selaras dengan kebutuhan komunitas bisnis kami,” ungkap Manturov di lansir dari Sindonews.com pad, Kamis 14 November 2024.***

Artikel ini telah tayang di IndoBisnis.co.id.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments