IB | Labuha, Maluku Utara. – Memiliki begitu banyak sumber daya alam. Sebagai contohnya yaitu ada emas, nikel, rempah-rempah, hingga kekayaan bawah alam laut yang melimpah.
Namun mengapa Halmahera Selatan kaya akan sumber daya alam tetapi rakyatnya miskin? Hal ini masih menjadi pertanyaan hingga saat ini.
Berdasarkan catatan Indobisnis, Rabu (5/7/2023), Ada tambang Nikel dengan kualitas terbaik di dunia, yakni Harita Group yang berlokasi di pulau Obi desa Kawasi.
Kemudian, dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi perikanan tangkap laut di Maluku Utara. Halmahera Selatan menempati posisi kedua dengan hasil perikanan tangkap laut sebesar 52,9 ribu ton.
Selain itu, Halmahera Selatan juga memiliki adalah: kopra, kakao, vanili, cengkeh, pala, kenari.
Walau kaya akan sumber daya alam, Halmahera Selatan terbilang tidak memanfaatkan kekayaan tersebut secara maksimal.
Terlebih, lagi kawasan industri Pulau Obi yang merupakan proyek strategis nasional sebagaiamana tercantum dalam Perpres No.109 tahun 2020 dimana Perseroan ditunjuk sebagai pemrakarsa dan pelaksana kawasan industri Pulau Obi.
Lalu, apa penyebab rakyat Halmahera Selatan masih miskin?
Dirangkum Indobisnis dari situs resmi Kemendikbud, ada beberapa faktor yang bersifat kualitas dan kuantitas di Indonesia soal permasalahan penduduk, seperti berikut ini:
Tingkat pendidikan penduduk di Indonesia masih cukup rendah, hal ini didasarkan oleh beberapa hal, seperti pendapatan yang rendah dan tidak seimbangnya sarana dan prasarana pendidikan
Masih rendahnya kesadaran penduduk tentang pendidikan. Rendahnya tingkat pendidikan penduduk mengakibatkan masyarakat sulit untuk menerima hal-hal baru.
Penulis : Mardan
