Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalBeredar Kabar Lima Belas Menteri Kabinet Indonesia Maju Mundur, Bikin Moeldoko Kaget

Beredar Kabar Lima Belas Menteri Kabinet Indonesia Maju Mundur, Bikin Moeldoko Kaget

Jakarta. IndoBisnis — Belakangan beredar kabar 15 menteri Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo berniat mundur.

Isu ini diangkat oleh ekonom senior Faisal Basri, salah satu pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

Faisal mengungkapkan, total ada 15 menteri yang berpotensi mundur dari pemerintahan Jokowi saat ini.

Termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Faisal menjelaskan, selain dua orang tersebut, akan ada lima menteri dari Parpol PDI Perjuangan,

kemudian Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Suharso Monoarfa, dan dua menteri dari PKB.

Berikutnya ada satu menteri dari NasDem yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Lalu, ada juga Menteri ESDM Arifin Tasri, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

“Kurang lebih 15,” kata Faisal dikutip indoBisnis.co.id, dari CNBC Indonesia, Minggu 21 Januari 2024.

Di tengah memanasnya isu tersebut, Presiden Jokowi menggelar rapat kabinet bersama para menterinya pada Jumat (19/1/2024).

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan rapat kabinet tetap dilakukan secara profesional.

“Masyarakat mungkin akan sedikit mempertanyakan bagaimana jalannya rapat-rapat pemerintah atau kabinet, karena ada variasi menteri terkait politik, terkait pemilu, dan sebagainya,” kata Moeldoko dikutip IndoBisnis.co.id dari CNBC Indonesia, Minggu 21 Januari 2024.

Moeldoko mengaku terkejut melihat rapat kabinet dilakukan secara profesional tanpa diganggu faktor eksternal.

Moeldoko menceritakan, dalam setiap rapat kabinet, meski ada menteri yang terlibat politik praktis pada Pemilihan Umum (Pemilu) atau Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024, namun mereka tidak pernah menyebutkan kepentingannya dalam rapat kabinet.

Pembahasan dalam pertemuan tersebut, kata dia, hanya terkait tugas mereka sebagai pembantu presiden, sehingga tidak ada konflik meski berbeda pandangan politik.

“Tidak ada kesenjangan komunikasi, kesenjangan emosi, dan sebagainya, jadi semuanya bersahabat, tidak ada yang membicarakan hal-hal di luar pekerjaan,” kata Moeldoko.

Ia menilai eratnya hubungan antar menteri karena ketegasan Presiden Jokowi dalam mengarahkan jajarannya untuk.

Tetap profesional dalam bekerja seiring berakhirnya masa jabatan Kabinet Indonesia Maju.

“Instruksi presiden sangat jelas, tegas, ‘waktu kita hampir habis’, agar semua benar-benar konsentrasi dan fokus pada tugasnya masing-masing. Kita kejar dengan maksimal agar bisa memberikan hasil yang sempurna di akhir penugasan. , itu pesan jelas dari Presiden,” kata Moeldoko.

Oleh karena itu, Moeldoko meminta masyarakat tidak terbuai dengan isu kritisnya kondisi kabinet Jokowi periode kedua.

Termasuk isu pengunduran diri 15 menteri pemerintahan Jokowi.

“Jadi menurut saya masyarakat tidak perlu khawatir, jangan khawatir, saya pastikan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik dan saya ukur efektivitas pemerintahan ini dari waktu ke waktu sehingga kita benar-benar bisa memastikan semuanya berjalan. baiklah sampai akhir pemerintahan,” kata Moeldoko.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments