Jumat, April 24, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISIntip Data BPS: Daerah Mana Saja Terjadi Inflasi?

Intip Data BPS: Daerah Mana Saja Terjadi Inflasi?

  • Inflasi November Naik 0,17 Persen, BPS Rilis Data Lengkap

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan November 2025 terjadi inflasi sebesar 0,17 persen (month-to-month). Secara tahunan, tingkat inflasi mencapai 2,72 persen (year-on-year), dan secara tahun kalender berada pada posisi 2,27 persen.

“Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 1,21 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok ini adalah emas perhiasan yang memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen,” ungkap Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Selain kelompok penyumbang inflasi, terdapat komoditas yang justru menjadi penahan kenaikan harga dengan memberikan andil deflasi.

BPS mencatat bahwa sejumlah komoditas memberikan tekanan penurunan harga pada November 2025, yaitu:

  • Daging ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,03 persen.
  • Beras dan cabai merah dengan andil deflasi masing-masing 0,02 persen.

Secara komponen, inflasi November 2025 terutama didorong oleh inflasi komponen inti dengan andil 0,11 persen, yang juga dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah memberi andil inflasi 0,05 persen, terutama akibat naiknya tarif angkutan udara.

Menurut wilayah, secara bulanan tercatat 28 provinsi mengalami inflasi dan 10 provinsi mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Papua, yaitu sebesar 1,69 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Aceh dengan 0,67 persen.

Secara tahunan (y-on-y), pada November 2025 terjadi inflasi sebesar 2,72 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,33 pada November 2024 menjadi 109,22 pada November 2025.

Kelompok pengeluaran yang paling dominan memicu inflasi tahunan berasal dari makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,25 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 1,22 persen. Komoditas penyumbang terbesar pada kelompok tersebut adalah cabai merah.

Di luar kelompok makanan, komoditas emas perhiasan kembali menjadi penyumbang inflasi utama.

Sebaliknya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan masih menunjukkan deflasi tahunan sebesar 0,25 persen dengan andil deflasi 0,01 persen.

BPS mencatat bahwa secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Riau, yaitu 4,27 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Sulawesi Utara, yaitu 0,65 persen.

***

Jurnalis, Mardan Amin berkontribusi pada cerita ini.

Artikel ini pertama kali diterbitkan IndoBisnis. dengan judul: Intip Data BPS: Daerah Mana Saja Terjadi Inflasi?

Disclaimer

Informasi yang disediakan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Kami tidak memberikan saran keuangan, hukum, atau pajak secara langsung.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial Anda. Konsultasikan dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments