- Ringkasan:
- Pembangunan Dermaga Semut Tuwokona di Halmahera Selatan hampir rampung secara fisik.
- Dua dermaga di sisi laut telah selesai total, sementara bangunan darat hanya menyisakan pekerjaan arsitektur seperti plafon, listrik, dan lantai keramik.
- Namun, di tengah progres yang telah mencapai sekitar 92 persen, pembayaran kepada kontraktor justru tertahan di angka 82 persen akibat keterbatasan keuangan daerah.
IndoBisnis — Kepala Dinas PUPR Halmahera Selatan, M. Idham Pora, menegaskan bahwa proyek pembangunan Dermaga Semut Tuwokona terdiri atas tiga item pekerjaan utama.
Ia menyatakan, “Pembangunan dermaga Semut Tuwokona itu ada tiga item pekerjaan yang dikerjakan di dalam situ.”
Dari tiga item tersebut, dua berada di sisi laut dan satu di sisi darat. Pada sisi laut, seluruh pekerjaan telah dinyatakan rampung.
“Di sisi laut ada dua dermaga. Dermaga pelabuhan apung sudah selesai 100 persen, dan dermaga pelabuhan rakyat beton juga sudah selesai 100 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, pekerjaan yang tersisa di area laut hanya berupa elemen pelengkap yang tidak masuk dalam struktur utama.
“Kerep itu terpisah dari pekerjaan struktur. Jadi anggaplah kita sudah selesaikan 100 persen,” katanya.
Sementara itu, pada sisi darat, bangunan terminal atau ruang tunggu disebut telah selesai secara struktur, termasuk pekerjaan pengacian. Namun, tahap arsitektur masih berjalan.
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan arsitektur mencakup pengecatan, pemasangan plafon, serta instalasi elektrikal.
“Yang belum selesai adalah pekerjaan arsitektur, seperti pengecatan, pelafon, dan elektrikal listrik,” ucapnya.
Secara teknis, meteran listrik telah terpasang, tetapi jaringan instalasi, termasuk saklar dan stop kontak, masih dalam proses pemasangan.
Ia menegaskan bahwa seluruh material sebenarnya telah tersedia dan siap dikerjakan.
Selain itu, pekerjaan atap pada area food court atau ruang makan juga masih berlangsung, khususnya pada bagian kiri dan kanan bangunan.
Idham secara tidak langsung menjelaskan bahwa pemasangan lantai keramik menjadi tahap akhir pekerjaan, karena harus menunggu penyelesaian plafon dan instalasi listrik terlebih dahulu agar hasilnya tidak menurun.
Ia menekankan bahwa percepatan pemasangan keramik tanpa mengikuti tahapan teknis hanya akan berdampak pada kualitas akhir bangunan.
Menurutnya, jika dikerjakan secara lembur dan terorganisir, pemasangan keramik dapat diselesaikan dalam waktu singkat, bahkan hanya beberapa hari.
Ia juga mengungkapkan bahwa pekerjaan plafon menjadi salah satu tahapan yang memakan waktu lebih lama karena membutuhkan pemasangan rangka terlebih dahulu.
Material plafon yang digunakan berbahan plastik, sementara bagian luar bangunan menggunakan dinding ACP.
Namun, pekerjaan ACP masih terkendala kekurangan material baja holo sebagai rangka.
Untuk area teras dan food court, rangka baja masih dalam proses pengiriman.
Ia menyebutkan bahwa material tersebut sebenarnya telah tiba menjelang akhir Ramadan, tetapi tertunda distribusinya karena antrean kontainer.
“Material rangka itu sudah sampai, tapi tertunda karena antrean pengiriman. Setelah Lebaran baru bisa diproses,” ujarnya.
Meski demikian, material lain seperti rangka plafon dan seng telah tersedia di lokasi proyek.
Secara keseluruhan, ia menegaskan bahwa progres fisik pembangunan telah mencapai lebih dari 90 persen.
“Secara total tiga bagian ini boleh diprogress-kan sekitar 92 persen. Kita ambil bulatnya 92 persen,” katanya.
Namun, capaian tersebut tidak diikuti dengan kelancaran pembayaran. Ia mengakui bahwa pembayaran kepada kontraktor baru terealisasi sebesar 82 persen.
“Mereka mengajukan pembayaran, tapi keuangan kita belum siap untuk membayar,” ucapnya.
Kondisi ini menegaskan adanya tekanan fiskal di tengah proyek yang secara teknis hampir selesai, sekaligus membuka potensi keterlambatan pada tahap akhir penyelesaian.
***
Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.
Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Progres 92 Persen, Dermaga Semut Tuwokona Tersendat Pembayaran.
Disclaimer
Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.
IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.
