Rabu, April 22, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISJual Sekarung Nikel Setara 1 Mitsubishi Xpander!

Jual Sekarung Nikel Setara 1 Mitsubishi Xpander!

Jakarta, IndoBisnis – Belakangan ini pengusaha komoditas nikel terlihat cukup gembira. Hal ini disebabkan melonjaknya harga nikel sepanjang tahun ini.

Pada Selasa 23 April 2024, harga nikel dunia hampir mencapai $20.000 tepatnya $19.675 atau setara Rp 317,8 juta per ton (dengan asumsi kurs Rp 16.157 per $1). Dengan itu, harga 1 ton atau satu ‘karung’ nikel bisa digunakan untuk membeli 1 unit Mitsubishi Xpander.

Mengutip situs mitsubishi-motors, Kamis 25 April 2024, Mitsubishi Xpander Sport CVT dibanderol Rp 314,5 juta. Sedangkan tipe Ultimate CVT dibanderol Rp 317,9 juta.

Hendra Sinadia, Direktur Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA), mengungkapkan kenaikan harga nikel saat ini disebabkan meningkatnya permintaan global terhadap produksi baja tahan karat.

“Menurut kami, kenaikan harga nikel mencerminkan meningkatnya permintaan produk stainless steel,” ujarnya seperti dilansir IndoBisnis dari CNBC Indonesia pada Kamis, 25 April 2024.

Hendra menyatakan, Indonesia saat ini belum bisa menentukan harga pasar nikel. Sebab, pasokan komoditas nikel masih dikuasai China.

“Meski pabrik pengolahan atau pemurnian nikel belum beroperasi dengan kapasitas penuh, bukan karena kuota bijih, melainkan penyerapan pasar hilir yang kurang baik,” imbuhnya.

Di sisi lain, menurut S&P Commodity Insights, lonjakan harga nikel disebabkan oleh kekhawatiran pasokan akibat tertundanya persetujuan kuota pertambangan di Indonesia.

Secara keseluruhan, pasar nikel yang kuat pada Q1 2024 mendukung produk-produk lain dalam rantai nilai, termasuk harga nikel pig iron, nikel sulfat, dan MHP.

Indonesia, produsen nikel terbesar di dunia, mengalami penundaan dalam menyetujui rencana penambangan pada awal tahun ini, yang mengakibatkan kekhawatiran pasokan dan lonjakan harga.

Negara ini telah memperpanjang masa berlaku rencana penambangan dari satu tahun menjadi tiga tahun, mengurangi frekuensi pengajuan ulang kuota namun memperlambat proses persetujuan.

Namun, harga nikel diperkirakan akan melemah karena pasokan bijih nikel meningkat secara bertahap pada kuartal kedua tahun 2024, menyusul peningkatan persetujuan kuota penambangan di Indonesia dan pemulihan pengiriman dari Filipina setelah musim hujan. Hal ini dapat memberikan tekanan pada harga nikel.

“Kami memperkirakan pasar nikel primer global akan tetap surplus pada tahun 2024 sebesar 128.000 ton, dengan harapan tekanan terhadap produksi nikel primer Indonesia akan berkurang seiring dengan semakin banyaknya kuota yang disetujui,” kata Jason Sappor, analis senior penelitian logam dan pertambangan dikutip dari S&P Global Commodity Insights.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments