JAKARTA, IndoBisnis – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menunjukkan keseriusannya dalam mengungkap kasus-kasus besar yang tengah diselidiki.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, memberikan penjelasan terbaru terkait beberapa kasus yang menjadi sorotan publik, termasuk dugaan korupsi pengadaan X-Ray di Kementerian Pertanian (Kementan) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Rita Widyasari.
Dalam sesi tanya jawab dengan media, Tessa menjelaskan bahwa satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Namun, ia belum bisa membuka informasi lebih lanjut terkait wilayah dan detail identitas tersangka tersebut.
“Sejauh ini, saya belum bisa membuka informasi karena memang belum saatnya,” ujarnya kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Selasa (10/9).
KPK Ungkap Perkembangan Kasus X-Ray Kementan dan TPPU Rita Widyasari
Terkait dugaan korupsi pengadaan X-Ray di Kementan, KPK menyebut bahwa berdasarkan penghitungan awal dari auditor, potensi kerugian negara mencapai sekitar Rp82 miliar.
“Informasi terakhir yang bisa kami sampaikan, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp82 miliar, namun detail lebih lanjut terkait jumlah X-Ray yang dikorupsi belum dapat kami buka,” kata Tessa.
Kasus ini juga sempat menyeret nama anak mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang sebelumnya dipanggil oleh KPK.
Namun, saat ditanya apakah ada keterlibatan SYL dalam kasus ini, Tessa menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam pendalaman penyidik.
“Penyidik masih mendalami hal ini, jadi sementara belum ada informasi lebih lanjut,” tambahnya.
Kasus Rutan KPK dan Isu Viral di Media Sosial
Selain kasus X-Ray, media sosial belakangan ramai membicarakan kasus persidangan yang melibatkan petugas rutan yang dinilai tidak manusiawi karena memaksa narapidana untuk membayar sejumlah uang dengan ancaman hukuman berat.
Terkait hal ini, Tessa menegaskan bahwa KPK sudah melakukan berbagai perbaikan dan evaluasi untuk memastikan hal serupa tidak terulang.
“Setelah kejadian tersebut, KPK melakukan evaluasi menyeluruh agar tidak ada tindakan serupa di masa mendatang. Tindakan korektif sudah kami lakukan untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai temuan handphone di dalam rutan setelah penahanan 15 orang tersangka, Tessa menyatakan belum mendapatkan informasi lebih lanjut.
“Saya belum terinfo soal itu,” singkatnya.
Penggeledahan Terkait Kasus TPPU Rita Widyasari
KPK juga terus menggali informasi terkait kasus TPPU yang melibatkan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
Belakangan, KPK memeriksa sejumlah pelaku usaha tambang, termasuk pengusaha tambang Paulin Tan, yang rumahnya digeledah oleh penyidik KPK.
Menanggapi klaim dari pihak Paulin Tan bahwa penggeledahan tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus TPPU Rita Widyasari, Tessa mengatakan bahwa penyelidikan tetap berjalan.
“Penyelidikan terus berjalan dan kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Yang jelas, KPK melakukan tugasnya sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan dan penggeledahan terkait kasus ini,” tegas Tessa.***
