Selasa, April 21, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalJelang Putusan Pilpres di MK, Polisi Imbau Warga Hindari Kawasan Monas hingga...

Jelang Putusan Pilpres di MK, Polisi Imbau Warga Hindari Kawasan Monas hingga Medan Merdeka Barat

Jakarta, IndoBisnis – Polisi mengimbau warga menghindari kawasan sekitar Monas, Bundaran Patung Arjuna Wijaya, dan Jalan Medan Merdeka Barat di Jakarta Pusat pagi ini. Hal ini untuk mengantisipasi adanya aksi demonstrasi di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) saat berlangsungnya putusan Perselisihan Pemilu atau gugatan Pilpres pada pukul 09.00 WIB.

“Diimbau kepada pengguna jalan untuk menghindari kawasan tersebut dan mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan lalu lintas,” seperti disampaikan melalui laman Twitter TMC Polda Metro Jaya pada Senin, 22 April 2024.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyatakan, pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas, dimulai dari persiapan pertama rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung MK di Jalan Merdeka Barat yang berbasis situasional.

Tergantung kondisi di lapangan. Jika eskalasi semakin meningkat dan dirasa perlu, lalu lintas akan kami alihkan dan jalan ditutup, kata Susatyo dalam keterangannya.

Pengalihan lalu lintas akan dimulai di TL. Jalan Harmoni menuju Jl. Merdeka Barat yang akan ditutup dan dialihkan ke Jl. Kesehatan. Lalu, Jl. Perwira yang mengarah ke Jl. Merdeka Utara, juga akan ditutup dan dialihkan ke arah Masjid dan Lapangan Banteng.

Selanjutnya jalan dari TL. Thamrin akan ditutup. Bagi pengendara yang melewati kawasan ini, akan dialihkan ke Jl. Kebun Sirih yang mengarah ke Jl. Abdul Muis dan ke Patung Tani.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melewati sekitar Monas agar mencari jalur alternatif karena akan terjadi aksi demonstrasi di Patung Kuda,” jelasnya.

Selain itu, Susatyo mengimbau peserta aksi untuk menghormati hak orang lain. Mereka harus mematuhi peraturan yang berlaku dan tidak menimbulkan kerusuhan saat menyampaikan pendapat.

“Hindari keributan atau bentrokan dengan pengunjuk rasa lainnya. Mari kita jaga perdamaian dan ketertiban,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pengamanan personel, Susatyo menyebutkan, total personel gabungan yang dikerahkan berjumlah 7.783 personel, serta petugas dari Satpol PP dan Dishub Pemprov DKI Jakarta. Mereka akan ditempatkan di beberapa titik rawan yang diperkirakan akan dilalui massa di sekitar Gedung MK.

“Kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan, tidak seorang pun boleh menggunakan senjata api. Harus bertindak persuasif, tidak terprovokasi, mengutamakan perundingan, memberikan pelayanan yang manusiawi, dan menjalankan tugas sesuai prosedur. Semua perintah dan kendali datang dari saya,” Susatyo menegaskan.

“Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan tidak terpecah belah oleh berita-berita hoax yang bersifat provokatif. Mari kita berdoa demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan bermartabat. ,” tutupnya.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments