JAKARTA, IndoBisnis – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap 16 orang saksi di Kantor Imigrasi Ternate dan 1 orang saksi di Gedung Merah Putih dalam kasus dugaan suap dan Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba.
Ali Fikri menyatakan, pihaknya telah memanggil dan memeriksa 17 orang saksi yang diduga berperan sebagai pemberi suap dan terlibat pencucian uang dalam kasus Abdul Gani Kasuba, mantan Gubernur Maluku Utara.
Saksi-saksi yang diperiksa tim penyidik KPK antara lain tiga pejabat Pemprov Malut, enam orang swasta, tiga ibu rumah tangga, satu kepala desa, dua mahasiswa, dan dua pejabat pembuat akta tanah.
Tiga orang berstatus pejabat Pemprov Maluku Utara adalah:
1.AHMAD PURBAJA (Pegawai Negeri Sipil/Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Maluku Utara)
2. ZAENAB ALTING (Pegawai Negeri Sipil/Kepala Badan Pendapatan Daerah Maluku Utara)
3. SURYAWAN (Kepala Bidang Sumber Daya Mineral Dinas ESDM Maluku Utara)
Enam orang berstatus sebagai pihak swasta adalah:
1. GRAYU GABRIEL SAMBOW
2. FADLY ANGGAI (Kepala Cabang PT. BFI Finance Cabang Ternate)
3. MUHAMMAD THARIQ KASUBA (Komisaris PT. Fajar Gemilang)
4. TRISDIANA RUSDI (PT Selaras Maluku Motor)
5. Hai YUSUF LASINTA
6.FATHIN SHALIH PERDANA KUSUMA
Tiga orang berstatus ibu rumah tangga adalah:
1.NURHANI UMANAILO
2.WINDI CLAUDIA
3.MUZNA AGIL
Satu orang berstatus kepala desa:
1.FAISAL MOH. DJAMIL
Dua orang berstatus sebagai pelajar/ mahasiswa adalah:
1.NURUL IZZAH KASUBA
2.SUTAMI N SIRADJU
Dua orang berstatus sebagai pejabat pembuat akta tanah adalah:
1.FAHIMA ASSAGAF, SH
2.ADIYLA
“Kami telah memeriksa 17 orang saksi yang diduga berperan sebagai pemberi suap dan terlibat pencucian uang dalam kasus Abdul Gani Kasuba. Penyidik akan memperoleh keterangan rinci dari para saksi untuk mengumpulkan keterangan yang diperlukan dalam penyidikan,” kata Ali Fikri, Juru Bicara KPK, pada Jumat, 17 Mei 2024.
KPK telah menunjukkan komitmen tinggi untuk mengusut tuntas kasus ini. Dalam beberapa bulan terakhir, lembaga antirasuah tersebut sukses melakukan serangkaian operasi tangkap tangan untuk menangkap beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
