Kamis, April 23, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalKPK Ajak Pemuda Perangi Politik Uang dalam Pemilu 2024 Lewat Talkshow "Hajar...

KPK Ajak Pemuda Perangi Politik Uang dalam Pemilu 2024 Lewat Talkshow “Hajar Serangan Fajar”

JAKARTA, IndoBisnis – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar talkshow bertajuk “Hajar Serangan Fajar” di M Bloc Live House, Jakarta, Kamis (24/10).

Acara ini mengajak pemuda untuk turut berperan aktif dalam Pemilu dan Pilkada 2024 serta menolak praktik politik uang yang bisa merusak demokrasi.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menekankan bahwa peran pemuda sangat krusial untuk memastikan integritas pemilu terjaga.

“Kesuksesan Pemilu 2024 adalah kunci masa depan bangsa, dan partisipasi pemuda sangat penting untuk memastikan jalannya pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” kata Amir.

  • Pemuda, Sasaran Politik yang Rawan

Amir menjelaskan bahwa pemuda sering kali menjadi target dalam kampanye politik, termasuk melalui praktik politik uang.

“Kami mengajak pemuda untuk tidak memperjualbelikan suara mereka dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil,” ujarnya.

Menurut Amir, pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam demokrasi. Namun, kurangnya pemahaman politik bisa membuat mereka rentan menjadi korban pelanggaran pemilu.

Melalui kampanye ini, KPK berharap dapat menumbuhkan kesadaran kritis di kalangan pemuda untuk menjaga integritas proses demokrasi.

Kampanye “Hajar Serangan Fajar” ini diharapkan mendorong pemuda untuk memilih pemimpin yang benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan hanya mencari keuntungan pribadi.

“Pemuda harus cerdas dalam menilai calon pemimpin yang memiliki komitmen nyata terhadap pembangunan dan aspirasi rakyat,” tambahnya.

  • Dukungan dari UNODC

Dalam kesempatan yang sama, Officer in Charge Head of Office UNODC Indonesia, Zoelda Pitaloka Anderton, menyatakan bahwa politik uang adalah ancaman serius bagi demokrasi.

“Melalui kampanye ini, kita bisa memerangi politik uang dan mendorong reformasi antikorupsi,” ujar Zoelda. Ia juga menyampaikan bahwa UNODC mendukung pendidikan dan pemberdayaan pemuda untuk mencegah korupsi di masa depan.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kepala Satuan Tugas Kampanye Direktorat Soskam KPK, Dotty Rahmatiasih; Anti-Corruption National Programme Coordinator UNODC, Putri Wijayanti; dan perwakilan komunitas pemuda dari DKI Jakarta.

Mereka menegaskan bahwa partisipasi pemuda sangat penting dalam menciptakan Pilkada 2024 yang bersih dari praktik korupsi.

  • Data Korupsi Politik dan Tantangan Pemilu

Kampanye “Hajar Serangan Fajar” ini didasarkan pada kajian yang dilakukan KPK mengenai potensi korupsi di pemilu.

Kajian tahun 2018 menunjukkan bahwa 95% pemilih memilih kandidat berdasarkan faktor uang, diikuti media sosial sebanyak 72,4%, dan popularitas sebesar 69,6%.

Kajian ini juga mengungkap bahwa 72% pemilih pernah menerima politik uang, dengan 82% penerimanya adalah perempuan berusia di atas 35 tahun. Faktor ekonomi dan tekanan sosial menjadi alasan utama penerimaan politik uang ini.

Dengan meningkatnya kesadaran pemuda, diharapkan Pilkada 2024 bisa berlangsung jujur, adil, dan bebas dari korupsi.***

Artikel ini telah tayang di IndoBisnis.co.id.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments