IndoBisnis – Pasar Modern dan Mall Saruma di Halmahera Selatan kembali terbengkalai. Kawasan ekonomi yang sempat bersih dan terang saat ditangani Pj Bupati Kadri La Etje, kini kembali menyerupai hutan belukar di masa pemerintahan Basam Kasuba.
Pasar senilai Rp150 miliar itu hanya aktif selama satu tahun setelah dibangun pada 2019, lalu mangkrak hingga kini.

Kadri menyebut upaya pembersihan besar-besaran akhir 2024 sebagai langkah awal rehabilitasi berdasarkan rekomendasi KPK.
“Ini langkah awal menuju rehabilitasi 2025, sehingga saya kerahkan seluruh pegawai untuk bersihkan,” ujar Kadri, Kepada IndoBisnis 13 Desember 2024, Tahun Lalu.
Ia juga menggagas program agro hortikultura seluas 20 hektar di belakang pasar untuk mendukung ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis sesuai visi Asta Cita 2025. Namun, kondisi pasar kini kembali rusak.

Sekda Halmahera Selatan, Safiun Radjulan, pernah bilang bahwa rehabilitasi sudah dianggarkan dalam APBD 2025, meskipun belum jelas nominal maupun jadwal pelaksanaannya.
“Intinya sudah dianggarkan. Tapi sementara ada recofusing dari pusat, jadi kita sesuaikan,” kata Safiun, Kamis (30/1/2025), dikutip dari Tribun Ternate.
Menurutnya, Pemkab belum bisa memastikan kapan pasar bisa difungsikan kembali, karena tergantung kondisi keuangan daerah.

Sebelumnya, Kadri menegaskan pentingnya percepatan pembangunan untuk menyambut Asta Cita. Ia berharap bupati definitif melanjutkan program yang telah dimulai demi masyarakat.
“Meski masa tugas saya segera berakhir, program ini harus terus berjalan,” ujar Kadri.
Kini, publik bertanya-tanya: akankah pasar yang pernah bersinar itu kembali hidup, atau justru lenyap ditelan semak?***
