Pemerintah segera bergerak tekan gejolak harga di pasar
Harga beras di Halmahera Timur kian melonjak hingga menyentuh Rp20 ribu per kilogram. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Halmahera Timur, Maluku Utara, Ricko Dibeturu, mengungkapkan hasil pemantauan lapangan menemukan harga beras merek Bola Mas diperdagangkan dengan kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
Ricko menjelaskan, variasi harga dipengaruhi perbedaan kualitas beras. Namun, kenaikan yang signifikan tetap membebani masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah belum bisa menekan pedagang karena belum ada pertemuan langsung dengan distributor.
“Kalau dilihat, harga beras memang bervariasi karena kualitas berbeda-beda. Tapi untuk menekan harga, kami perlu bertemu dulu dengan distributor,” ujar Ricko pada Jumat (19/9/2025).
Ia menyebutkan, harga beras yang masuk melalui tol laut justru lebih rendah, yakni sekitar Rp17 ribu per kilogram. Fakta ini menjadi salah satu alasan pemerintah daerah segera melakukan koordinasi.
“Untuk stabilitas harga, kami akan secepatnya menemui distributor. Saat ini harga beras di Kota Maba tinggi dan bervariasi sesuai temuan di lapangan,” ungkapnya.
Ricko menambahkan, pemerintah daerah juga masih menelusuri apakah lonjakan harga dipicu beredarnya beras oplosan atau ada faktor lain dari pihak distributor.
“Kenaikan harga ini, apa karena beras oplosan atau alasan lain, kita belum mengetahui,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menstabilkan harga beras di pasar.
***
