JAKARTA, IndoBisnis – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, menegaskan pentingnya pendidikan antikorupsi sebagai fondasi utama dalam membangun generasi masa depan yang berintegritas.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan peluncuran Indeks Integritas Pendidikan (IIP) 2024 yang berlangsung di Jakarta, di hadapan para pejabat tinggi negara dan pemangku kepentingan sektor pendidikan, Kamis (24/4).
“Indeks ini bukan sekadar angka, melainkan potret jujur kondisi integritas di dunia pendidikan,” tegas Setyo Budiyanto.
Ia menambahkan, survei yang disusun bersama Badan Pusat Statistik dan para ahli pendidikan itu memberikan rekomendasi nyata untuk memperbaiki ekosistem pendidikan di Indonesia.
Dalam pidatonya, Ketua KPK menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen sejumlah pihak yang turut hadir, antara lain Ketua Komisi X DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Tinggi, serta Kepala Bappenas.
Setyo menyebutkan bahwa kehadiran mereka mencerminkan sinergi kuat lintas sektor dalam upaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah, praktisi pendidikan, serta dukungan kebijakan yang menyeluruh dalam mewujudkan pendidikan yang bersih dan beretika.
“Pendidikan adalah benteng pertama dan terakhir dalam membentuk karakter bangsa. Jika nilai integritas tidak ditanamkan sejak awal, maka kita hanya mewariskan budaya korupsi ke generasi selanjutnya,” ujar Setyo.
Ia menguraikan lima poin penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang berintegritas: integrasi nilai antikorupsi dalam kurikulum, penciptaan lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi etika dan akuntabilitas, peningkatan kapasitas dan keteladanan tenaga pendidik, penguatan kebijakan berbasis hasil survei, serta tindak lanjut konkret dari para pemangku kebijakan.
Sebagai penutup, Ketua KPK mengajak seluruh pihak, baik di pusat maupun daerah, untuk menyatukan langkah dan menindaklanjuti hasil Survei Penilaian Integritas Pendidikan secara konkret dan terukur.
Setyo menekankan bahwa penandatanganan komitmen bersama oleh para menteri dan pimpinan KPK pada acara tersebut menjadi simbol gerakan kolektif melawan korupsi dari ruang kelas.
“Pendidikan antikorupsi bukanlah beban tambahan, melainkan nafas utama yang harus menjiwai setiap proses belajar-mengajar. Mari kita bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan berintegritas,” pungkasnya.***
