IndoBisnis – Sebuah film dokumenter baru berjudul Who Killed Shireen? mengungkap identitas tentara Israel yang diduga menembak mati jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, saat meliput di Jenin, Tepi Barat, pada 11 Mei 2022.
Film yang diproduksi oleh media independen Zeteo ini menyebut nama Alon Scaggio sebagai prajurit yang diduga menembak Abu Akleh. Saat kejadian, Shireen mengenakan rompi bertuliskan “pers” dan sedang menjalankan tugas jurnalistik di wilayah konflik.
“Israel melakukan segala cara untuk menyembunyikan identitas prajurit itu. Mereka menolak memberi informasi atau mengizinkan wawancara dengan AS, bahkan tidak mau menyebut namanya,” kata Dion Nissenbaum, jurnalis yang terlibat dalam dokumenter tersebut.
Nissenbaum menjelaskan bahwa mereka mendapatkan informasi dari dua tentara Israel yang berada di lokasi saat kejadian, serta sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat.
Menurut dokumenter itu, Alon Scaggio baru menyelesaikan pelatihan militer di unit elit Duvdevan tiga bulan sebelum penembakan terjadi. “Dia menembaknya dengan sengaja. Yang jadi pertanyaan, apakah dia tahu itu Shireen atau tahu bahwa dia seorang jurnalis?” ujar Nissenbaum.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS saat itu juga mengatakan secara anonim bahwa bukti menunjukkan Abu Akleh dibunuh secara sengaja. “Mereka mungkin tidak tahu bahwa itu Shireen, tapi mereka tahu dia orang media atau warga sipil tak bersenjata,” ungkapnya dalam film tersebut, Senin (12/5/2025) mengutip dari Kantor Berita AFP
Washington dinilai tidak memberikan tekanan berarti kepada Israel terkait kasus ini karena khawatir merusak hubungan diplomatik. Senator Demokrat Chris Van Hollen bahkan mengaku pernah meminta Presiden Joe Biden membuka dokumen terkait kasus tersebut, namun belum mendapat respons.
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menyatakan bahwa ini adalah kali pertama seorang tersangka diidentifikasi dalam kasus pembunuhan jurnalis oleh militer Israel sejak 1992. CPJ menilai impunitas dalam kasus ini memberi ruang bagi pelanggaran lebih lanjut terhadap jurnalis.
Reporters Without Borders mencatat sekitar 200 jurnalis telah tewas dalam 18 bulan terakhir akibat serangan Israel, terutama di Gaza.
Pihak militer Israel mengecam pengungkapan nama prajurit dalam dokumenter tersebut, dengan alasan belum ada kesimpulan resmi mengenai siapa pelaku penembakan. Mereka menegaskan bahwa tentara yang dimaksud telah gugur dalam operasi militer, dan berdasarkan temuan sebelumnya, Abu Akleh diduga tertembak secara tidak sengaja.
Namun, Dion Nissenbaum menyimpulkan bahwa Alon Scaggio tewas dalam baku tembak di Jenin pada 27 Juni 2024 — hampir dua tahun setelah peristiwa penembakan Shireen.***
