IndoBisnis – Satu lagi nyawa melayang di bawah bayang-bayang hitam industri tambang.
Ikbal La Econ (21), karyawan PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF), meninggal dunia secara tragis setelah tertimbun tumpukan material batubara di lokasi kerja, Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, Kamis (24/7/2025).
Lebih memilukan, jasadnya baru berhasil dievakuasi hampir 10 jam setelah insiden, dan tidak dibawa menggunakan ambulans, melainkan bus karyawan.
Menurut informasi dan video yang diterima IndoBisnis, korban terperosok ke dalam tumpukan batubara sekitar pukul 09.00 WIT pagi, dan baru dievakuasi pada pukul 19.30 WIT malam.
Sumber terpercaya IndoBisnis mengungkapkan, sebelum kejadian maut itu, Ikbal mendapat perintah dari pengawas lapangan (formen) untuk naik ke atas tumpukan batubara demi mengambil foto dokumentasi.
“Iya, formen (pengawas) menyuruh almarhum naik ke atas batubara untuk ambil foto. Tapi saat kejadian, oknum pengawas itu tidak berada di tempat,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Yang lebih mengejutkan, tidak ada yang mengetahui kejadian itu secara langsung. Evakuasi baru dilakukan setelah rekaman CCTV menunjukkan korban telah terperosok.
“Bayangkan, dari pukul sembilan pagi sampai jam tujuh malam jenazah Ikbal baru dievakuasi. Karena tidak ada saksi di tempat, jasad baru ditemukan lewat CCTV, lalu proses evakuasi dilakukan,” lanjut sumber tersebut.
Namun tragedi tak berhenti di situ. PT HJF yang berada di bawah grup besar Harita Group disebut tidak memiliki ambulans di lokasi. Jasad korban justru diangkut dengan bus karyawan.
“Anehnya, perusahaan sekelas Harita Group tidak sediakan ambulans. Baru setelah keluarga korban protes di klinik perusahaan, mobil ambulans disiapkan,” bebernya.
Jenazah Ikbal La Econ telah dimakamkan pada Jumat (25/7/2025) di kampung halamannya, Desa Pasir Putih, Kecamatan Obi Utara.
Tragedi ini kembali menampar wajah buram keselamatan kerja di sektor tambang.
PT HJF dan Harita Group hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi, dan publik masih menunggu langkah pertanggungjawaban dari manajemen.
Industri boleh berkilau, tapi jika mengabaikan keselamatan nyawa buruh, maka kematian akan terus mengintai dalam diam.
Ikbal hanyalah satu dari sekian nyawa yang jadi korban sistem kerja yang lalai dan abai. Siapa berikutnya?
***
