Kamis, Maret 12, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalPuluhan Tahun Hidup di Tepi Laut, Warga Tawabi Haus di Tanah Sendiri

Puluhan Tahun Hidup di Tepi Laut, Warga Tawabi Haus di Tanah Sendiri

  • Ringkasan
  • Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur nasional, warga Desa Tawabi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, masih bergulat dengan krisis air bersih yang tak kunjung teratasi.
  • Selama puluhan tahun, ratusan warga harus menyeberangi laut demi memenuhi kebutuhan dasar air.
  • Upaya pengeboran yang dilakukan pemerintah desa hingga bantuan mahasiswa belum membuahkan hasil maksimal.
  • Harapan kini tertuju pada campur tangan serius pemerintah pusat agar krisis lintas generasi ini segera berakhir.

 

Krisis air bersih masih menjadi persoalan akut bagi warga Desa Tawabi. Hingga kini, desa yang berada di ujung barat Pulau Bacan tersebut belum menikmati akses air bersih yang layak, meski masalah ini telah berlangsung puluhan tahun.

Fhoto : Kepala Desa Tawabi, Kecamatan Bacan Barat Halmahera Selatan

Kepala Desa Tawabi, Rais Conoras, mengungkapkan bahwa pemerintah desa telah berupaya melakukan pengeboran air tanah sebanyak dua kali. Namun, seluruh upaya tersebut gagal karena air yang keluar tidak layak konsumsi.

“Kalau memang air ini, pemerintah desa sudah upayakan dua kali pengeboran, tapi gagal semua,” ujar Rais.

Upaya ketiga dilakukan dengan bantuan mahasiswa dari Jakarta. Meski demikian, hasilnya juga belum maksimal. Rais menyebutkan air yang keluar masih bercampur air laut.

“Yang ketiga ini mahasiswa dari Jakarta melakukan pengeboran, cuma hasilnya belum juga maksimal. Airnya masih salobar,” katanya.

Menurut Rais, air hasil pengeboran tersebut tidak digunakan warga dalam kondisi apapun, rasanya pahit dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Ia menduga lokasi pengeboran terlalu dekat dengan pantai.

“Pakai saja masih pahit. Mungkin pada saat bor itu terlalu ke pantai, harus ditarik ke gunung sedikit,” ujarnya.

Rais menambahkan, saat ini pemerintah desa telah mengusulkan persoalan tersebut ke program PIRKIM agar mendapatkan perhatian pemerintah pusat.

Ia berharap pemerintah pusat benar-benar serius menangani krisis air bersih di desanya.

“Alhamdulillah saya sudah usul di PIRKIM sehingga ada porposal masuk ke pusat. Mudah-mudahan pusat juga serius supaya kita bisa menikmati air seperti desa lain,” katanya.

Sebelumnya, Rais juga mengungkapkan rasa frustrasinya karena masalah air bersih di Tawabi telah berlangsung sejak lama. Ia menyebut persoalan ini bahkan sudah ada sejak dirinya lahir.

“Saya frustrasi menghadapi masalah air ini. Ini sudah menjadi masalah sejak saya lahir,” kata Rais saat diwawancarai IndoBisnis.co.id, Jumat (31/5/2024).

Untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak, sekitar 137 kepala keluarga di Tawabi harus bergantung pada pasokan air dari Pulau Jere di Kecamatan Kasiruta Timur.

Warga harus menempuh perjalanan laut sejauh hampir lima kilometer menggunakan perahu setiap hari demi mendapatkan air bersih.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah wilayah lain yang telah menikmati layanan air ledeng dan PDAM.

Bahkan, sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan kerap membawa jeriken kosong ke Ternate atau Panamboang saat melaut hanya untuk membeli air bersih.

“Ini bukan soal kemauan, ini soal kebutuhan yang sangat mendasar,” ungkap Rais.

Krisis air bersih di Tawabi mencerminkan ketimpangan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan, terutama daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Meski program penyediaan air bersih menjadi prioritas nasional, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak desa yang harus mengarungi laut demi setetes air.

Kini, satu-satunya harapan warga Tawabi adalah perhatian nyata dari pemerintah. Bagi mereka, air bersih bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar yang seharusnya dijamin oleh negara.

***

Mardan Amin Jurnalis IndoBisnis berkontribusi pada cerita ini.

Artikel ini pertama kali diterbitkan IndoBisnis dengan judul: Puluhan Tahun Hidup di Tepi Laut, Warga Tawabi Haus di Tanah Sendiri.

Disclaimer

Informasi yang disediakan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Kami tidak memberikan saran keuangan, hukum, atau pajak secara langsung.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial Anda. Konsultasikan dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments