Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaLINGKUNGANPT JAS Dituding Cemar Laut dan Sawah, Warga Ancam Boikot Tambang

PT JAS Dituding Cemar Laut dan Sawah, Warga Ancam Boikot Tambang

  • Amarah Warga Memuncak, Perusahaan Menghilang

 

Warga pesisir kembali dibuat gelisah setelah limbah yang diduga berasal dari aktivitas PT Jaya Abadi Semesta (PT JAS) mencemari kawasan pantai dan lahan pertanian. Masyarakat menilai perusahaan sama sekali tidak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab, apalagi memberikan penjelasan resmi terkait kerusakan yang mereka rasakan.

Sejumlah warga yang terdampak langsung, termasuk Kadim, nekat mendatangi lokasi operasional perusahaan dan melakukan aksi pemalangan sebagai bentuk protes keras. Ia menegaskan bahwa tindakan PT JAS telah melewati batas kewajaran karena berdampak langsung pada kesehatan lingkungan dan mata pencaharian warga.

“Ini sudah keterlaluan. Lahan kami rusak, air tercemar, tapi tidak ada satu pun pihak perusahaan yang datang menjelaskan,” tegas Kadim dengan nada tinggi.

Sementara itu, warga terdampak lainnya—Iskandar Umar, Ibrahim Husen, Abdul Ahmad, dan Ali Umar—mengungkapkan keluhan serupa. Mereka menilai pihak perusahaan harus segera bertanggung jawab atas tindakan yang mereka sebut “kurang ajar dan tidak bertanggung jawab.”

Menurut penuturan mereka, jika pemerintah desa, kecamatan Babakan, hingga pihak kepolisian tidak segera menegur atau memediasi masalah ini, warga akan mengambil langkah lanjutan. “Kami akan kumpulkan masyarakat dan mendatangi lagi area pertambangan untuk melakukan pemboikotan besar-besaran sampai masalah lahan yang sudah jadi korban dipertanggungjawabkan,” ancam Kadim.

Amarah warga semakin memuncak setelah mengetahui bahwa perwakilan PT JAS, baik dari bagian Humas maupun ESDM internal, tidak berada di kantor saat mereka datang mencari klarifikasi. Kondisi itu membuat warga merasa dipermainkan karena sejak awal mereka berharap perusahaan membuka ruang dialog untuk menyelesaikan persoalan lingkungan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, warga menuntut agar PT JAS segera memberikan penjelasan resmi, menghentikan sumber pencemaran, serta melakukan pemulihan lingkungan. Mereka juga mendesak pemerintah daerah turun tangan agar persoalan ini tidak semakin meluas dan merugikan masyarakat.

***

*(Penulis: Yusri Wartawan IndoBisnis)*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments