Jakarta, IndoBisnis — Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Setwil Malut Utara telah menggelar serangkaian acara akbar dan inspiratif di Jakarta dalam rangka menghadiri Rakernas VII sekaligus memeriahkan HUT FPII ke-8.
Dalam perjalanannya, FPII Maluku Utara tidak hanya mengunjungi beberapa kantor media ternama namun juga melakukan dialog mendalam dengan berbagai pihak terkait kepentingan masyarakat di Maluku Utara.
Kunjungan dan kerjasama yang mengusung tema “Penguatan Pilar Demokrasi untuk Pengawasan Publik yang Efektif” ini dimulai pada 1 Maret dan akan berlanjut hingga 8 Maret 2024.
Selain mengunjungi beberapa kantor pusat perusahaan pertambangan yang beroperasi di Maluku Utara, FPII Maluku Utara juga mengunjungi rumah Ketua Presidium FPII Kasihhati di Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Bogor, Jawa Barat, dan dihadiri oleh Wakil Ketua FPII. Presidium FPII, Noven Saputera SH.
Ketua FPII Maluku Utara yang juga menjabat Pj Sekretaris Nasional FPII Junaedi Abdul Rasyid menyatakan kunjungan ke rumah Ketua Presidium selain untuk mempererat tali silaturahmi juga menunjukkan rasa hormat atas kesetiaan dan pengabdian Ketua kepada FPII. .
“Secara pribadi, untuk mempererat rasa persatuan, berkunjung ke rumah Ibu Kasihhati adalah suatu keharusan. Ini merupakan bentuk penghormatan kami dari FPII Maluku Utara atas kesetiaan Ketua Presidium,” kata Juned, sapaan akrab Junaedi Abdul Rasyid.
Dalam perbincangan santai, Wakil Ketua FPII Noven Saputera menyemangati para jurnalis FPII Maluku Utara untuk terus menjaga hubungan baik.
“Kita harus banyak membangun relasi. FPII adalah organisasi yang besar dan independen. Itu harus kita jaga,” kata Noven.
Sementara itu, Ketua Presidium Kasihhati menegaskan, FPII meski baru berusia delapan tahun merupakan organisasi pers yang paling disegani. Ia mengingatkan seluruh anggota FPII Maluku Utara untuk tidak meremehkan diri sendiri.
“FPII itu mandiri, baru delapan tahun, tapi paling dihormati. Kita tidak bisa dibeli. Itu bukan gaya kita,” tegas Kasihhati.***
