JAKARTA, IndoBisnis – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi pencabutan empat izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada 2022. Keempat konsesi tersebut dinilai belum menunjukkan bukti nilai cadangan tertakar meskipun telah diberikan waktu eksplorasi.
“Antam masih belum mendapatkan nilai cadangan, masih pada level sumber daya,” ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral (PPM) Kementerian ESDM, Cecep Mochammad, saat dikonfirmasi pada Rabu (23/4/2025).
Pencabutan ini merupakan bagian dari kebijakan penertiban izin tambang oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, sejak 2022 hingga 2024. Saat itu, Bahlil juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Penataan Lahan dan Investasi Ilegal.
Empat IUP Antam tersebut berada di wilayah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Boven Digoel, Papua. Masing-masing IUP memiliki luas hampir 50.000 hektare, sehingga total keseluruhan area mencapai sekitar 200.000 hektare. Namun, seluruh wilayah ini berada di kawasan hutan, yang turut menyulitkan kegiatan eksplorasi.
Cecep menjelaskan bahwa meskipun Antam telah memperoleh persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) pada 2022, kegiatan eksplorasi belum mencapai target. Penyebabnya antara lain kondisi geografis yang sulit diakses, perizinan pinjam pakai kawasan hutan yang belum rampung, serta gangguan keamanan di lapangan.
Sementara itu, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), Dilo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta agar izin tersebut dapat dikembalikan. Namun, keputusan final tetap berada di tangan ESDM dan BKPM.
“Kami sudah minta. Tapi itu wilayah pemerintah. Silakan ditanyakan ke pihak terkait,” kata Dilo dalam sesi wawancara dengan sejumlah media pada Kamis (17/4/2025).
Dilo menyebut bahwa Antam sebenarnya telah melakukan sejumlah kegiatan eksplorasi dan mengantongi data awal terkait kandungan mineral di wilayah tersebut. Namun, proses eksplorasi yang membutuhkan waktu panjang membuat perusahaan dianggap lamban.
“Eksplorasi itu tidak sebentar. Dianggap kami tidak bekerja padahal kami sudah punya data-data awal,” jelasnya.
Sebagai informasi, selama masa penertiban antara 2022 hingga 2024, Bahlil mencabut 2.051 IUP dari total 2.078 izin yang dievaluasi.
Saat ini, produksi utama emas dan perak Antam berasal dari tambang bawah tanah Pongkor, Jawa Barat, dan Cibaliung, Banten—dua area yang telah memasuki fase pascatambang. Tambang Pongkor sendiri mulai beroperasi pada 1994 dan memiliki tiga urat emas utama: Ciguha, Kubang Cicau, dan Ciurug.
Berdasarkan laporan 2023, total cadangan bijih emas Antam tercatat sebesar 860.000 dry metric ton (dmt), setara dengan 184.000 troy ounce atau 5,72 ton logam emas insitu. Adapun, sumber daya mineral emas Antam pada tahun yang sama mencapai 5,14 juta dmt atau 729.000 troy ounce (sekitar 22,68 ton) logam emas insitu. ***
