IndoBisnis – Keputusan British Broadcasting Corporation (BBC) untuk menunda penayangan film dokumenter berjudul “Gaza: Medics Under Fire” memicu gelombang kritik dari kalangan medis dan tokoh budaya internasional.
Para dokter dan whistleblower yang menjadi narasumber dalam film itu mengancam akan mencabut persetujuan mereka, menyusul penundaan yang dinilai tanpa alasan transparan.
Dokumenter tersebut awalnya dijadwalkan tayang pada Februari 2025, namun BBC menunda penayangannya karena masih melakukan peninjauan internal terhadap program lain, yakni “Gaza: How to Survive a Warzone”.
Film itu sebelumnya ditarik dari layanan BBC iPlayer setelah diketahui narator mudanya merupakan anak dari pejabat kelompok Hamas.
Tayang Disetujui, Tapi Ditunda Lagi
Menurut laporan The Guardian, dokumenter “Gaza: Medics Under Fire” telah disetujui oleh tim kepatuhan hukum dan editorial BBC.
Meski begitu, penyiar tersebut tetap meminta perubahan tambahan dan menyatakan film tidak akan ditayangkan hingga peninjauan internal selesai.
Namun, hingga saat ini tidak ada kepastian kapan peninjauan tersebut akan berakhir.
Sementara itu, perusahaan produksi Basement Films menyatakan bahwa BBC telah menolak tawaran dari penyiar lain yang ingin menayangkan film tersebut. Hal ini memicu reaksi keras dari para narasumber yang merasa keberanian dan kisah mereka diabaikan.
Tokoh Dunia Kritik BBC, Tuduh Ada Tekanan Politik
Lebih dari 600 tokoh publik, termasuk Susan Sarandon, Gary Lineker, dan Miriam Margolyes, menandatangani surat terbuka kepada Direktur Jenderal BBC Tim Davie, mengecam apa yang mereka sebut sebagai bentuk “penindasan politik”.
“Ini bukan peringatan redaksi. Ini penekanan politik. Tidak ada organisasi berita yang boleh memutuskan secara diam-diam cerita mana yang layak diberitakan,” tulis surat tersebut.
Surat itu juga menegaskan bahwa film ini penting untuk ditonton publik, dan keberanian para dokter serta keluarga penyintas di Gaza layak mendapat penghormatan.
Basement Films: “BBC Harus Lakukan yang Benar”
Menanggapi situasi tersebut, Basement Films merilis rekaman tambahan dari para dokter di Gaza melalui media sosial.
“Kami mendapat banyak tawaran dari penyiar dan platform di seluruh dunia agar kesaksian para petugas medis Gaza bisa didengar. Dalam beberapa kasus, ini terjadi delapan bulan setelah wawancara kami,” kata perusahaan itu dalam pernyataan resminya.
“Kami masih mendesak BBC News untuk melakukan hal yang benar,” lanjutnya.
Reputasi BBC Diuji
Di sisi internal, krisis ini juga menimbulkan kekhawatiran di tubuh BBC. Ketua BBC, Samir Shah, bahkan menyebut kegagalan editorial dalam kasus film “Gaza: How to Survive a Warzone” sebagai “belati di jantung reputasi BBC yang terpercaya dan tidak memihak.”
Dalam pernyataan kepada The Guardian, juru bicara BBC menyatakan:
“Kami memahami pentingnya menyampaikan kisah-kisah ini dan tahu bahwa proses saat ini sulit bagi mereka yang terlibat.”
Situasi ini menjadi ujian serius bagi komitmen BBC terhadap prinsip jurnalisme independen, khususnya dalam menyampaikan kisah-kisah kemanusiaan dari wilayah konflik seperti Gaza.
***
