- Permintaan kartu Platinum melonjak, nasabah kaya makin aktif bertransaksi, dan laba perusahaan tembus 2,9 miliar dolar AS.
NEW YORK — Raksasa kartu kredit American Express (AmEx) mencatat lonjakan laba kuartal ketiga sebesar 16 persen, didorong oleh meningkatnya belanja kartu di kalangan pengguna premium. Perusahaan itu kini optimistis menatap sisa tahun dengan menaikkan proyeksi laba tahunan.
Melansir, Dalam laporan keuangan Jumat (17/10), AmEx melaporkan laba 2,9 miliar dolar AS, naik dari 2,51 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham juga meningkat dari 3,49 dolar menjadi 4,14 dolar, melampaui perkiraan analis pasar.
Lonjakan kinerja ini tidak lepas dari agresifnya strategi pembaruan produk. Bulan lalu, AmEx memperbarui Kartu Platinum ikonisnya, menambah berbagai keuntungan dan program reward eksklusif, sekaligus menaikkan biaya tahunan menjadi 895 dolar AS. Meski demikian, nasabah justru semakin antusias.
Perusahaan melaporkan lebih dari 500.000 permintaan pembaruan kartu dalam tiga minggu pertama, dan angka ini diprediksi mencapai 1 juta konversi hingga akhir tahun.
“Permintaan dan keterlibatan pelanggan awal melampaui ekspektasi kami,” ujar Steve Squeri, CEO dan ketua American Express mengutip AP, Minggu 19 Oktober 2025.
Ia menambahkan, akuisisi akun Platinum baru di AS meningkat dua kali lipat sejak pembaruan diluncurkan.
Persaingan di segmen kartu premium memang semakin ketat. JPMorgan Chase telah memperbarui Chase Sapphire Reserve, sementara Citigroup memperkenalkan Citi Strata pada September lalu.
Namun, AmEx tampaknya masih memimpin dengan loyalitas pelanggan tinggi dan peningkatan belanja rata-rata per kartu mencapai 6.387 dolar, naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Total pinjaman yang dipegang AmEx kini mencapai 138,95 miliar dolar AS, meningkat 8 persen dalam setahun terakhir.
Dengan momentum kuat ini, perusahaan menargetkan laba per saham sebesar 15,20 hingga 15,50 dolar AS untuk tahun penuh 2025.
***
